Satu setengah jam berlalu. Raka datang meletakkan tas ransel berisi keperluan Farhana yang dititipkan oleh Rahmi, dia lalu mengeluarkan kotak obat dan meletakkannya di meja. Sesaat kemudian, dia menoleh dan menatap Farhana yang terlelap penuh damai. “Nyenyak banget, Han,” komentarnya sembari tersenyum. Suara deheman membuat Raka terkesiap. Raka segera menoleh ke sumber suara. Raka tak bicara, dia hanya menunjukkan barang bawaan yang dia letakkan di dekat meja. Farras mengangguk dan mendekat. “Makasih,” ucapnya. Kini tak ada lagi cemburu, tak ada gunanya karena dia masih ingat dengan pernyataan cinta yang Farhana ucapkan. Raka mengangguk. Dia kemudian berjalan dan melewati Farras. Sementara saat Raka pergi dan menutup pintu kamar, Farras naik ke atas ranjang, lalu tidur di belakang Fa

