Suara ketukan pintu membuat Farhana terkesiap, baru saja dia hendak merebahkan tubuh di ranjang. Rahmi membuka pintu dan menyembulkan kepala. “Ibu?” “Ayah mertua kamu meninggal.” Jantung Farhana mencelus. “Innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun.” Embun di kedua matanya jatuh terurai. Farhana segera bangkit. “Hana ganti baju dulu.” Rahmi mengangguk, dia kemudian pergi dari kamar anaknya. Dia menunggu di mobil dengan Fahri dan Diana. Farhana segera masuk setelah mengunci pintu rumah. Dia duduk di sebelah ibunya di jok belakang. Mobil melesat meninggalkan halaman rumahnya dan segera menuju kediaman Pranaja. Dalam perjalanan yang sunyi itu, Farhana memikirkan kenapa sampai detik ini Farras tak mengirim pesan padanya, memberitahu apa yang sebenarnya terjadi? Apa jangan-jangan Farras juga ingi

