Wanita itu berjalan dari kamar menuju ruang makan, tampak Gias sedang duduk menatap makanan yang tersaji di meja, sudah beberapa hari ini dia melihat anaknya tak ada gairah, Gias semakin pendiam dan dia semakin jarang mendengar suara anaknya itu. Dia tahu dari dulu hobinya adalah menyanyi, dia senang setiap mendengar suara anaknya menyuarakan kesedihannya atau kegembiraannya lewat lagu, hanya saja akhir-akhir ini dia bahkan tak mendengar nyanyian Gias. “Kamu nggak makan?” tanya Marini seraya menarik kursi dan duduk di dekat anaknya itu. Gias menarik napas dan hanya menatap tempe bacem, lalap dan sambal yang tersaji di atas meja. Entahlah akhir-akhir ini dia merasa tidak enak makan dan dia merasa kuat menahan lapar hingga seharian. “Kamu nggak suka makanannya?” tanya Marini lagi. Gias m

