Bab 61

1800 Kata

Kertas undangan berwarna hitam dengan corak dan tulisan berwarna gold teronggok di meja, baru saja Farras meletakkan itu. Farhana yang baru kembali dari dapur dengan segelas teh hangat untuk menyambut kepulangan suaminya sedikit terperangah saat nama Gias tertera di sana.  Farras langsung mengambil teh itu sebelum Farhana menumpahkannya. “What?!” pekik wanita itu seraya membungkuk. “Gias dan Nesya?” Dia kemudian menatap Farras dan segera mengerjap karena mendapat tatapan tak biasa dari Farras.  Farhana segera menegakkan tubuhnya seraya merapikan blouse yang dia kenakan. “Maaf, kaget,” ucapnya seraya berlalu. Namun, sedetik setelah Farhana melangkah, Farras segera menahan tangannya. Sepertinya agak sulit membuat Farhana lupa akan perasaannya terhadap Gias.  Farhana segera menoleh. “Aku n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN