Part 14 -Aneh-

639 Kata
Part 14 -Aneh- Sudah cukup beberapa hari belakangan ini istri kecilnya yang nakal dekat dengan saudara-saudaranya. Kesabaran Su Ho sudah habis sekarang karena tingkah istrinya. Dulu dia mungkin bisa bersabar karena para saudara sialannya hanya menyentuh pipi istrinya yang tak pernah ia sentuh. Namun, sekarang para saudaranya tidak hanya mencubit pipi istrinya tapi sudah berani memeluk istrinya dengan kedok kakak. Su Ho tidak sudi miliknya disentuh lagi oleh orang lain. Hanya dia yang boleh menyentuh istrinya. Belakangan ini, Su Ho seperti tidak mempunyai kerjaan lain selain mengikuti setiap langkah istrinya secara diam-diam. Karena itu lah dia harus mempunyai stok kesabaran yang banyak. Tapi sekarang puncaknya, Se Ta hendak mencium bibir istrinya. Su Ho tekankan sekali lagi! MENCIUM! Su Ho tidak tahu saja jika semua yang dilakukan Fita adalah untuk mengusiknya. Dan masalah Se Ta ingin menciumnya, itu terjadi secara tiba-tiba. Dia tidak melawan karena melihat Su Ho yang selalu mengintilinya. Dia ingin membuat laki-laki itu cemburu dan keluar dari zona dinginnya seperti yang dulu ia katakan. Fita yang sedari tadi di tatap marah oleh Su Ho hanya biasa-biasa saja. Ia malah melihat kukunya yang baru saja dia warnai dengan acuh. "Mulai sekarang kau tidak boleh dekat-dekat dengan mereka!" larang Su Ho. Fita hanya diam tak peduli. "Kalau kau dekat-dekat dengan mereka aku akan menyebarkan aibmu yang kemarin-kemarin." ancamnya tak main-main hingga yang di ancam segera melayangkan tatapan jengkel. "Tidak bisa begitu dong! Kau curang!" "Ya, aku bisa." "Cih, i dont care. Tidak akan ada orang yang mempercayai omong kosongmu!" "Kalau begitu aku akan menggelitikmu setiap kali kau dekat-dekat dengan mereka. Tidak peduli kita sedang dimana." Su Ho tersenyum miring menatap wajah cemberut istrinya. "Kau bisa saja pipis di dekat orang banyak dan harga dirimu sebagai ratu tidak akan ada lagi." Ia tertawa geli jika hal itu terjadi. Fita sok membantah. "Tapi aku tidak memiliki teman di sini. Aku tidak mau sendirian." ketusnya. "Kau memilikiku." Uhuk! Fita tersedak ludahnya sendiri mendengar ucapan aneh Su Ho. "Coba kau ulangi! Aku tidak salah dengar, kan?" Ia semakin melongo ketika Su Ho meninggalkannya dengan langkah yang cepat. Dikejarnya Su Ho dengan cepat dan menggelayuti lengan Su Ho dengan manja. "Kau tenang saja. Aku tidak memiliki perasaan apa pun kepada mereka." bisiknya sambil tertawa geli. "Apa hubungannya denganku?! Aku tidak peduli!" "Cih! Tadi saja sok-sok an melarang." sinis Fita. "Aku melarangmu dekat-dekat dengan mereka karena kau seorang ratu. Aku tidak ingin timbul fitnah dan berimbas ke nama baikmu dan aku." "Oh." Fita berjalan meninggalkan Su Ho dengan langkah cepatnya. Baginya ia tidak masalah sama sekali dengan larangan Su Ho. Karena lebih menarik menjahili Su Ho dan menarik laki-laki itu ke pesonanya. Dia lebih tertarik untuk menghancurkan dinding tinggi tak kasat mata yang dibangun suaminya. "Awas saja kau, suami! Aku akan menjahilimu sampai kau mampus." kekeh Fita sadis. Setibanya di kamar Fita langsung merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Dia ingin istirahat untuk sejenak. Su Ho menatap wajah cantik istrinya yang bak barbie hidup dengan datar. "Kau tidak mandi?" "Aku lelah. Besok pagi saja." "Jorok." "Baru tau?" "Kau tidak boleh tidur di sini kalau belum tidur." "Ini tempat tidurku juga kalau kau lupa." "Aku gelitiki kalau kamu tidak mandi juga." Dengan sangat terpaksa, Fita bangun, ia tidak mau pipis sembarangan lagi karena di gelitiki. "Dasar suami jahat!" "Tolong berkaca dulu sebelum berbicara." kata Su Ho datar. Fita melongos tak peduli. Su Ho yang menatap kepergian Fita hanya bisa geleng-geleng kepala seraya terkekeh geli tapi itu sebelum- "Kenapa aku tertawa? Tidak ada yang lucu!" kesalnya pada diri sendiri. "Gadis itu, membuatku merasakan perasaan aneh yang tidak kumengerti." gumamnya seraya memandangi pintu kamar mandi lekat. Entah apa yang membisikinya, dia berjalan mendekati kamar mandi. Ia membuka ganggang pintu yang untungnya tidak dikunci. Mungkin istri kecilnya lupa menguncinya. Dia terus melangkah hingga- "AAAAAAAAAAAAA!" Bersambung....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN