Gadis Konyol

1261 Kata
Guzel menatap nanar gerbang hitam yang menjulang tinggi di depan sana, seorang satpam membukakan gerbang hanya dengan memakai remote kontrol begitu melihat mobil yang dikendarai oleh Jay berhenti tepat di depan. Decak kagum begitu lurus keluar dari mulut Guzel, bangunan tingkat tiga berwarna putih dengan halaman yang sangat luas itu berhasil membuat mata gadis itu tidak berkedip. Dia merasa seperti sedang berada di cerita negeri dongeng dimana sang princess di jemput oleh para pengawal dan di bawa kembali ke istana kerajaan. " Oh waaaawww ini rumah atau istana? " gumamnya " demi dewa Neptunus ini kayak istana di negeri dongeng yang sering gue liat di tv " " Kalo rumah nya kayak gini sih, tinggal selamanya disini juga nggak apa-apa!!! Mansion ini bahkan lebih besar dari pada punya opa " Guzel cekikikan sendiri seakan lupa kesedihannya tadi. " Gue merasa kayak jadi princess " batinnya senyum manisnya terus merekah dibibir gadis itu Guzel dan mamanya memang pernah datang ke mansion opa nya untuk menjenguk sang nyonya besar yang sedang sakit tapi kedatangan mereka justru tidak diterima dan berakhir diusir. Kejadian itu terjadi saat papanya masih menempuh pendidikan S2 di Jerman, Guzel pernah ingin menceritakan kejadian itu pada sang papa tapi langsung dihalangi oleh Amanda karena dia tidak ingin ada keributan lagi antara anak dan ayah. " kita sudah sampai nona " ucap Jay yang membuyarkan kehaluan Guzel. " Oh iya... " Guzel bergegas turun begitu Bams sudah membukakan pintunya " Terimakasih Bams " ujar Guzel, dan Lelaki itu hanya mengangguk Didepan pintu utama sana Guzel melihat ada empat pelayan yang memakai pakaian seragam dan.... Shawn!! Yes.... Lelaki itu juga berada di sana dengan pakaian santainya, tapi tetap saja wajah datar itu sungguh tidak mengenakkan. " Selamat sore nona " keempat pelayan menyapa Guzel dengan sedikit membungkuk, membuatnya meresa sedikit tidak nyaman " Mbok Imah kenalkan ini Guzel yang sudah saya ceritakan semalam " ujar Shawn yang memperkenalkan gadis itu Guzel melirik Shawn sekilas, apa? Menceritakan dirinya? Otak mungil Guzel berpikir keras apa yang sudah diceritakan oleh si balok es pada wanita paruh baya itu? " Hallo Mbok Imah namaku Guzel, aku calon istri nya Tuan Shawn!! " dengan santai dan percaya dirinya Guzel mengatakan kalau dia adalah calon istri pemilik mansion ini Wajah Mbok Imah, Jay, Bams dan ketiga pelayan lainnya seketika cengok mendengar celetukkan gadis itu, belum lagi karena melihat wajah majikan mereka yang tiba-tiba saja mengeras antara jengkel atau salting, lalu beberapa saat kemudian... Kletukkk!!! " Awwwwwww " Guzel mendengus sambil mengelus keningnya yang tadi disentil oleh Shawn " Apaan sih!! Belum juga jadi suami sudah main kdrt!!! Uncle mau aku laporan ke Komnas perlindungan calon pengantin yaa!!! " seru Guzel Tawa Jay dan Bams menyembur karena mendengar kalimat asbun Guzel, sedangkan Mbok Imah dan tiga lainnya hanya terkekeh. Hilang sudah wibawa Shawn di depan mereka semua karena ulah Guzel. " Jay!! Bams!! " Baru dipanggil begitu saja dua lelaki ganteng itu langsung kicep Guzel melirik sinis dalam benaknya " dasar orang tua, gitu aja udah senewen!! " " Mbok Imah biarkan semua halaman belakang Jay dan Bams yang bersihkan " titah Shawn, Jay dan Bams yang mendengar itu kaget mereka berdua saling menyalahkan karena sudah pasti itu adalah sebuah hukuman karena tadi mereka berdua menertawakannya. " Masuk!! " perintah Shawn pada Mbok Imah dan yang lainnya kecuali Jay dan juga Bams yang harus menyelesaikan hukuman mereka. Begitu masuk ke dalam mansion kedua bola mata Guzel semakin berbinar melihat kesetiap sudut. Sungguh betapa mewah nya hunian ini, belum lagi semua barang-barang yang ada di dalam sini sudah pasti harga nya mahal-mahal bikin perut jadi mules. Guzel dibawa kelantai dua karena kamarnya berada di sana. " Ini kamarnya non Guzel " ucap Sari salah satu pelayan di sana " terimakasih kasih " balas Guzel sambil memutar handle pintu. Dan begitu pintu di buka lagi-lagi Guzel dibuat takjub dengan interior dikamarnya yang sungguh menawan luas kamar ini pun bahkan lebih besar di bandingkan kamarnya di rumah. " Apa nona menyukai kamarnya? " tanya Sari " Iya.... Aku suka kamar ini, mbak Sari " Guzel tersenyum dan mengangguk antusias Tentu saja Guzel menyukainya, kamar barunya bernuansa putih dengan interior yang sangat memanjakan mata belum lagi perabotannya, apalagi jendela dengan kaca besar disana tepat menghadap ke taman belakang mansion yang sangat luas, gadis itu bisa leluasa menikmati pemandangan indah disana hanya dari balkon saja. " Baiklah kalau begitu silahkan nona istrahat dulu, nanti jika sudah waktunya makan malam saya akan panggilkan nona " ujar Sari sembari keluar dari kamar gadis itu Begitu pintu tertutup, Guzel melompat keranjang berukuran queen size. Dia melompat seperti anak kecil yang senang mendapat lolipop, puas dengan meloncat-loncat Guzel merebahkan tubuhnya kekasur yang sangat empuk itu. Ini bahkan seperti mimpi baginya, padahal tadi dia menolak dengan keras tidak ingin tinggal dengan Shawn tapi sekarang? Sungguh berbalik jadi seratus delapan puluh derajat. " Ya ampun mimpi apa aku kemarin bisa punya kamar seindah ini " Guzel menatap setiap sudut ruang kamarnya dengan mata berbinar Menjelang malam Guzel sudah memakai piyama berwarna pink dengan gambar hello Kitty, rambut panjangnya yang bergelombang dibiarkan terurai karena masih sedikit lembab. Guzel menoleh kearah pintu begitu mendengar suara ketukan dari luar dan benar saja begitu gadis itu membuka pintu Mbok Imah sedang berdiri disana. " Non makan malam nya sudah siap " ucap wanita paruh baya itu " Iya terimakasih Mbok " sahutnya Guzel menuruni tangga dengan bersenandung sesat dia terkekeh sendiri membaca pesan group di ponselnya, begitu sampai di ruang makan ternyata sudah ada Shawn yang lebih dulu duduk disana menikmati makan malamnya. Shawn hanya melirik sekilas saat mendengar kursi di depannya ditarik oleh seseorang, lelaki itu kembali menikmati makanan nya tanpa suara sedangkan Mbok Imah hendak membantu mengambilkan makanan untuk nona baru mereka. " Biar aku sendiri aja Mbok yang ambil " cegah Guzel, gadis itu sungguh merasa tidak enak hati harus di layani bak seorang nyonya di mansion ini padahal dia hanya seorang tamu " Tidak apa-apa non biar mbok yang ambilkan, non cukup duduk saja " " Nggak usah mbok, mendingan mbok duduk sini aja temenin aku makan " " Ha???? " Mbok Imah terperangah kaget, begitupun dengan Shawn. Mbok Imah yakin dia tidak salah dengar buktinya Tuan nya saja sampai menatap gadis itu dengan datar. " Maksud non- ? " " Mbok duduk sini di sebelah aku, temenin aku makan dan sekalian mbok juga makan... " Jawab Guzel dengan santai " Mbok juga pasti belom makan kan? Lagian makanan sebanyak ini nggak mungkin aku habiskan semua " lanjutnya " Tapi non- " mbok Imah menatap Shawn berharap Tuan nya itu mengeluarkan argumennya Guzel juga ikut menoleh kearah Shawn seperti meminta izin pada lelaki itu. " Maaf non, kami punya ruangan sendiri untuk makan bersama dengan yang lain dan semua yang ada di meja ini pun kami juga ikut menikmatinya " seru mbok Imah Apa yang dikatakan oleh wanita paruh baya itu benar, meskipun mereka hanya seorang pelayan di mansion ini tapi Shawn tidak pernah memperlakukan mereka semena bahkan lelaki balok es itu justru memperlakukan mereka seperti keluarga, tapi meskipun begitu mereka masih menjaga batasan. " Oh ya???? Bearti kalian makan nya rame-rame dong? " Tanya Guzel dengan antusias, dan mbok Imah mengangguk sambil tersenyum " Kalau gitu aku makannya bareng kalian aja ya... Pasti seru " ucap Guzel dengan girang " Tapi non- " " Tapi apa lagi si mbok!!! Kebanyakan tapi-tapi deh " gerutu gadis itu " Baiklah " jawab si mbok begitu melihat Tuannya mengangguk dan memberikan izin " Yeeeeeeee " dengan cepat gadis itu beranjak lali menarik tangan mbok Imah " Ayok buruan!!!!! " Ajaknya tidak sabaran.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN