Chapter 21

1536 Kata

Tiga hari kemudian...   Shirena menatap Mahesa dengan tatapan kasihan.             Cowok itu bersandar di kepala ranjang dan kepalanya mengarah ke jendela kamar inapnya. Dia menatap langit gelap di luar sana dengan pandangan kosong dan datar. Wajahnya juga tanpa ekspresi. Mahesa baru saja tersadar kemarin dan hal pertama yang dia tanyakan adalah keberadaan Andini.             Shirena masih ingat, bagaimana dia, Reygan, Gabriel dan Irvan terpaksa memberitahu Mahesa mengenai Andini, meski cowok itu baru saja tersadar. Mahesa pingsan selama dua hari dan kata dokter, cowok berkacamata itu harus dirawat secara intensif.             “Mana Andini?” tanya Mahesa dengan nada panik. Cowok itu mencengkram lengan Reygan dan mengguncangnya keras. “MANA ANDINI?!”             Reygan menatap tegas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN