Chapter 20

2681 Kata

Shirena menutup pintu di belakangnya dengan pelan.             Cewek itu menarik napas panjang dan berjalan menuju kafetaria rumah sakit, tempat di mana Reygan dan Gabriel sedang menunggunya. Begitu Shirena sampai di kafetaria, Reygan dan Gabriel nampak muram. Kedua cowok itu terlihat sangat khawatir, terlebih Gabriel. Shirena bisa memaklumi karena Andini adalah sepupunya. Meskipun Gabriel selalu berkata bahwa Andini adalah orang yang aneh, tapi, Shirena yakin jauh di lubuk hatinya, Gabriel sangat menyayangi Andini.             Shirena menuju kursi kosong di samping Reygan. Kehadirannya membuat Reygan dan Gabriel serempak mengangkat kepala dan bertanya melalui tatapan mata. Tersenyum, Shirena menjawab, “Andini baik-baik aja. Dia udah tidur. Esa... masih ada di samping Andini, bersikeras

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN