Chapter 19

2255 Kata

Mahesa dan Andini saling bergenggaman.             Keduanya sedang duduk di sudut ruang latihan rumah Gabriel yang biasa dipakai oleh Andini. Beberapa menit yang lalu, Mahesa dan Andini baru tahu bahwa keduanya pernah bertemu saat kecil dulu dan bertukar benda kesukaan. Pensil mekanik biru bergambar doraemon yang dijadikan harta karun oleh Mahesa dan bola berwarna hitam hijau yang disimpan dengan sangat baik oleh Andini.             “Jadi, selama belasan tahun, sikap dan sifat lo nggak pernah berubah ya, cewek pipi tembam.” Mahesa tertawa renyah. Dia mencubit pipi Andini gemas dan menarik napas panjang. Dadanya benar-benar plong sekarang. Matanya tak lepas menatap wajah cemberut Andini yang terlihat menggemaskan.             “Yang gue liat, lo cukup berubah,” balas Andini dengan nada s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN