One Day With Baby Embuls

1135 Kata
Setelah di ajak Mario muter muter Jakarta buat mencari sepasang cincin kawin. Akhirnya Mario mengantar Diandra pulang ke habitatnya. Lumayan juga sih Diandra di ajak muter muter nggak jelas sama Mario. Perut kenyang di ajak makan di resto mahal dan berkelas. Emang gitu ya kalau orang mau nikah. Bahagia jadi nggak peduliin kantong. Hihi nggak papa lah orang Diandra untung juga dapet makan plus baju baju keren buat baby embuls. "Dah cantik.... aku pulang dulu." Mario menyembulkan kepalanya di sela sela jendela. "Makasih loh Kak bajunya." Diandra mengangkat dua paper bag yang penuh baju baju ucul buat baby embuls.  "Salam buat laki lo sama baby embuls."  Habis itu mobil Mario meninggalkan pelataran rumah Diandra. Dengan cepat Diandra masuk ke dalam rumahnya. Dia kangen banget sama baby embuls. Untung aja nggak rewel waktu di tinggal. Emang anak Daddy Rio pengertian banget. Makasih juga buat Buk Diany yang pengertian mau jagain baby embuls seharian hihi. "Mommyyyyy!!!" Nate berlari memeluk kaki Diandra. Dia membawa kaos kaki warna biru yang Diandra yakin itu punya Mike. "Tu pa?" Tanya Nate sambil memiringkan kepalanya. "Ini baju dari om Mario." Diandra mengelus kepala Nate. "Ooooo!!"  "NATEEE...... TAOS TATI TUUU DINANA???!!!!!" Teriak Mike dari arah kamar. "Itu kaos kaki Kakak kembalikan! Hayoo... kok Nate bandel.." Diandra menaruh kedua tanganya di pinggang buat menakut nakuti Nate. Eh dia malah menatap Diandra balik terus menggeleng dan berlari menghindari Mike yang udah mulai mendekat. Ampun deh sama kelakuan Nate yang usil abis. "Mbil tendili... ni unya tuu."  "Unyaaa tuuuuu... Taos tati tuu... Ukan unya mu!" Teriak Mike nggak terima. Nate berlari memutari sofa. Menggoyang goyangkan kaos kakinya untuk memanas manasi Mike. "Mike sini deh Mommy punya baju baru." Pamer Diandra mencoba mengalihkan perhatian Mike. Mike berhenti dan memanjat sofa untuk duduk di samping Diandra. "Tu pa?" Mike menunjuk kaos imut berwarna hijau muda bertuliskan 'twin' dengan huruf kapital itu.  "Baju buat Kakak Mike." "Uat Nate?" Tanyanya menunjuk Nate yang masih asik dengan dunianya sendiri.  Diandra tertawa. Tuh kan. Sesebel sebel nya Mike sama Nate. Mike tetep perhatian sama Nate. Nate nya aja tuh yang bandel dan suka ngejahilin Kakaknya. Tapi seru sih kalau mereka berantem. Rumahnya jadi lebih berwarna.  "Ada juga. Nih!" Diandra mengangkat paper bag yang bergambar mickey mouse.  Kartun kesukaan Nate. Sedangkan paper bag Mike bergambar spongebob. Ituloh yang busa warnanya kuning.  "Oooo...." Mike membulatkan mulut mungilnya. Lalu dia turun dari sofa tanpa mau Diandra bantu. "Tu isa!" Begitu katanya. Dan itu adalah jawaban yang sangat terbalik dengan Nate yang selalu ngomong "Antuin Mommy. Tu ndak isa."  Hhh... biar mereka kembar. Tapi sifatnya berbanding terbalik. "Nate nini!!" Teriak Mike keras. Nate yang merasa terpanggil langsung berlari menghindari Mike.  "Ndak mau ni taos tati tu haha. Ngan malah. Anti telual tanduk nya haha." Nate meringis menaruh dua telunjuknya di atas kepala.  "Nini duyu!!" Jengkel Mike melambai memanggil Nate yang makin jadi.  Dia naik naik ke atas kursi plastik yang pendek dan mengeluarkan lidahnya. "Ndak mau. Ni taos tati tu. Ukan unya mu." ejek Nate menggoyangkan pantatnya.  "Tuyun anti amu atuh!! Tepalanya tatit ladi..." Mike menunjuk kepalanya sendiri. Diamdra mengerutkan alisnya. Jatuh? Lagi?  "Siapa yang jatuh?" Gumam Diandra pelan sambil memperhatikan Nate dan Mike yang masih bernegosiasi itu. "Nate jangan nakal!! Turun!" Teriak Diandra memberikan tatapan tajam Nate nyengir. "Oke... atu tuyun. Tatit tepala tu..." keluh Nate lalu turun dari kursi dan kembali kejar kejaran dengan Mike. Yang sepertinya mulai malas meladeni Nate yang super aktif. "Lho udah pulang?" Tiba tiba Rio muncul dari dapur dengan setelan rumahanya.  "Di rumah? Kirain belum pulang makanya aku nggak cariin." Diandra tersenyum lebar. "Tadi pulang cepet. Buk Diany nelpon aku katanya Nate Jatuh dari kursi." Jelas Rio sambil melihat lihat barang yang di bawa Diandra. "Jatuh?" Tanya Diandra kaget.  Rio menatap Diandra lalu mengelus pipi Diandra. "Udah nggak papa. Cuman lecet sama kaget doang."  "Nini Mommy unya ajuu.... dalu!!" "Ndak auu!! Tepala tu tuting." "Anti atu tidit tidit." "Tamu tutul anti..." "Ndak tutul!! Atu tidit." "Aaaaaa!!!!! Huaaaaaaa!!!!!"  Eh eh... Nate malah nangis dan mendorong dorong Mike pergi. Nggak biasanya loh Nate kayak gitu sama kakaknya. Rio mendatangi Nate dan segera dia gendong.  "Lho tadi main kok sekarang nangis. Kan mau di pijit sama Kakak." Rio menepuk nepuk punggung Nate. Nate menenggelamkan kepalanya di leher Rio sambil terisak. "Tu ndak au Daddy!! Tu au tutu." "Atu uda mau tutu Daddy." Mike memgacungkan tanganya tinggi tinggi. Hihi... Diandra jadi ingin tertawa. Kalau Nate lagi nggak mood gini pasti Mike yang jadi kayak Nate. Tapi Diandra juga sedih sih. Insting ke ibuanya ternyata nggak terlalu kuat. Huaaaa kudu otoke? "Aaaaa!!! Tutu tu! Tamu abitin tutu adi. Tuu!!" Nate menunjuk meja yang ada s**u kotak dan berasa strawberry. "Tu tan tutu mu. Ukan tutu tu!! Atu ndak tuta tlobei..." kesal Mike sambil menghentak kakinya. "Daddy...." rengek Nate sambil mengalungkan tanganya di leher Rio. "Mommy bikinin.." Diandra berdiri lalu menyibakan rambut Nate yang tebal. "Nate sakit kepala?"  "Tini tatit." Nate menunjuk kepalanya dengan telunjuk. "Adi.. adii... Nate atuh.. tepalanya deldalah.." kata Mike. "Kok nggak ngasih tau aku Kak?" Tuntut Diandra. "Takut ganggu acara kamu sama Mario." "Hhhh... alasan apa itu?! Kalau menyangkut urusan anak anak pasti aku pulang." Diandra menghela nafas. Kemudian mengambil alih Nate. Rio menggaruk tengkuknya. "Karena panik aku sampe nggak kepikiran. Maaf..." "Masih sakit sayang?" Tanya Diandra pada Nate dan memgabaikan Rio. "Tatit..." Nate meletakan kepalanya di bahu Diandra. "Bawa ke dokter ya Kak." Diandra menatap Rio yang serba salah. Rio mengangguk dan mengangkat Mike. "Nanti mal-" "Di tuntik?" Tanya Nate takut. Pipinya yang gembul mengkerut. "Hiiii.... Nate di tuntik.. Nate natal tih. Adi di tuntik!! Tatit!!" Mike memeluk leher Rio saat Nate mau memukulnya. "Tu tamu natal. Tuka tutul... adi di tuntik tan."  "Tu ndak natal... tamu natal!" Nate mencebik. "Hei jagoan Daddy udah ya. Ayo siap siap ke dokter hhh...." Rio menghirup aroma Mike yang wangi khas bayi.  "Daddy natal Mommy... tu ndak mau te dotel!!" Nate histeris. "Tu dah tembuh.."  "Mommy bikinin s**u ya?" Tanya Diandra yang segera di angguki Nate. "Coklat atau vanila?" "Totat." "Tu uda totat Mommy!!!" Teriak Mike kencang. Mengalah ngalahin suara Nate kalau lagi teriak. Rio terkekeh mencium pipi gembul Mike. "Nate sakit. Kakaknya yang beraksi." "Tu ndak natal Daddy." Protes Mike. "Kan Daddy nggak bilangin kamu nakal." Rio mengangkat kedua bahunya. "Tu alutan Daddy dilang tu natal." "Hahahaha.... Ya Allah Dii anak kita lucu nih. Jadi pengen buang."  "Apa tu duang?" Tanya Mike kepada Rio. "Duang tu money. Mite dodoh!" Celetuk Nate yang masih lemas. Sakit aja masih nyakitin ya ucapanya. Hihi... anak Daddy Rio gitu. "Tamu dodoh... aik tulti tlus atuh haha... Nate dodoh!" Ejek Mike mengeluarkan lidahnya. "Hhh.... udah udah ayo bikin s**u buat Kakak sama Nate." Potong Diandra membubarkan debat antara Nate dan Mike. Rio tersenyum lebar melingkarkan tanganya yang kanan di pinggang Diandra. Dia menunduk lalu mencium pucuk kepala Diandra. "Makasih udah jadi ibu dari anak anak aku..." *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN