"Tu apaalll..." Nate memukul perutnya.
"Tu uda!!!" Sahut Mike mengikuti gaya Nate.
"Tuu mau tiken."
"Tiken? Tiken itu apa Yang?" Tanya Rio memggaruk rambut. Bingung dengan permintaan Nate.
Adakah makanan yang mereknya tiken? Apa keluaran terbaru? Kok Rio nggak tau ada makanan bernama aneh gitu.
"Duhh Diandra juga nggak tau." Diandra nyengir lebar. Ikut ikutan Rio menggaruk pelipisnya.
"Hhhh.... apa ya??? Mikir Rio mikir."
"Apa jangan jangan mereka mau spageti?" Celetuk Diandra tiba tiba.
"Jauhh sayang... spa-ge-ti. Ti-ken.. nah.. nyambungnya kemana?" Rio terkekeh mengusap kepala Diandra gemas.
"Ya kan mereka suka spageti." Diandra menyenderkan kepalanya di bahu Rio. Menunggu suaminya itu selesai mikir dengan tiken yang di maksud baby embuls.
Kalau Diandra mah udah nyerah. Otaknya nggak sampai ke situ. Dia aja masih bingung duluan ayam apa telur.
"Kak... Kak.." Diandra menoel noel pinggang Rio yang asik berpikir.
"Hmm..?" Jawab Rio dengan gumaman tanpa menoleh. Masih sibuk mengawasi Mike dan Nate. Siapa tau kan dapat jawabanya.
"Ihh... noleh!" Diandra memegang pipi Rio. Di paksanya Rio menoleh ke arahnya.
Rio balik memegang pipi Diandra. Kemudian mencium kening Diandra gemes. Duh... istrinya nih ganggu konsentrasi aja. Lama lama Rio makan trasi nih biar konsen.
Untung sayang loh Dii... kalo nggak udah Rio karungin terus Rio kasih ke om om penyuka daun muda.
Ceilah... kayak Rio ikhlas aja ngasih bininya ke om om. Bininya keluar jemur baju di atap aja sibuk nyariin. Gimana di bawa om om coba. Eh btw Rio kan om om ya? Hihi..
"Apa sih Yang?" Ucap Rio mencoba untuk tetap sabar.
Diandra menggaruk rambutnya. Dan menyelipkanya di belakang telinga. "Telur sama ayam duluan mana sih Kak?"
Rio mengerutkan alisnya.
"Ya ayam lah."
"Lohh kalau ayam duluan.. kan ayam dari telur? Yahh yang bener yang mana?"
"Tikeeennnnnn!!!!!" Teriak Nate tiba tiba.
Nate berlari menghampiri Diandra dan Rio sambil membawa senjata andalanya. Yaitu tembak tembakan yang berbunyi. Fire!!! Fire!!!
"Nate tu uda mau!" Mike menyusul Nate dan langsung naik ke pangkuan Rio. Sedangkan Nate bertolak pinggang di hadapan tiga orang yang menatapnya bingung.
Ini si Nate lagi demo turunkan harga pampers ya?
"Tiken Daddy... tu mau tiken tetalang!!"
"Ya tiken itu apa? Daddy nggak paham." Rio mengangkat bahu.
"Iya bilang sama Daddy tiken itu apa. Jamur?" Tanya Diandra yang di beri gelengan Nate.
"Ukan amul... api tiken.. 'ang ada tliuk tliuk a." Nate memberi clue.
Rio serta Diandra saling pandang. Entahlah bahasa alien baby embuls akhir akhir ini susah untuk di mengerti dan di pahami. Hanya orang orang yang beriman yang mengerti.
"Umm... sate? Spageti? Pizza? Nahh kita delivery pizza aja. Mommy suka lohh..." Diandra menarik narik baju Rio memberi kode dan mengedip ngedipkan matanya genit. "Pizza ya Daddy..." bujuk Diandra.
Rio menghela nafas. Menahan tawanya karena Diandra cukup lucu memanggilnya dengan sebutan Daddy. "Huum Yang. Telepon aja."
"Yeyyyyyy!!!" Sorak Diandra.
"Aaaaa!!! Tu ndak uka izzzaaaaa!! Tu mau tiken!" Nate mencebik menarik kaki Mike yang langsung kegelian. "Mite mau tiken pa izza?"
"Ummm... atu ua ua 'a." Mike nyengir menunjukan giginya yang belum penuh.
"Emang tiken itu apa Bang?" Tanya Rio pada Mike. Siapa tau kan nanya Mike lebih jelas.
Mike menggaruk kepalanya terlihat berfikir. Entah itu berfikir atau bingung. Rio nggak bisa membedakanya. Habis ekspresinya Mike ya gitu gitu aja. Beda sama Nate yang ekspresif.
"Tu ndak au.. tu ikut Nate. Nate Diyang tiken.. a tu uda tiken." Mike memberi penjelasan sambil memainkan tanganya.
"Ayo ikut Daddy Bang."
"Te nana?" Tanya Mike bingung.
"Ke rumah sakit jiwaa." Kekeh Rio.
"Ishh apaan sih bercandaanya nggak lucu. Diemm nggak! Ck..." omel Diandra membekap mulut Rio.
Sedangkan Nate masih dalam proses demo turunkan harga pampers. Bahkan Nate sampai guling guling di karpet. Tapi apadaya.. baik Rio maupun Diandra... bahkan saudara kembarnya pun nggak tau apa maksud dari titen.
"Heh anak Mommy kok guling guling gini sih. Yaudah yaudah kita keluar aja cari tiken. Ok!" Diandra segera mengangkat Nate ke dalam gendonganya.
Namun badan Nate yang semakin berat membuat Diandra kewalahan. Ya tau sendirilah badan Diandra semana. Diandra itu mungil. Bawa gas yang lima kg aja di seret seret baru sampai dapur.
"Sini sini biar mereka sama aku. Kamu ganti baju aja."
"Eh nggak papa? Nggak berat?" Diandra menatap Rio kagum. Wahh daddyable sekali suaminya ini.
"Nggak lah... berasa angkat barbel. Jadi nggak usah nge-gym lagi capek."
Diandra menyerahkan Nate yang super berat ke gendongan Rio. Diandra menangkup pipinya sendiri. Wahh suaminya kok berkali kali lipat lebih hawt ya?
"Ganti baju Yang." Tegur Rio yang melihat Diandra bengong memperhatikanya.
Diandra gelagapan. "Eh iya iya... hehe."
"Cium nih." Ancam Rio mulai maju satu langkah. Dan alhasil Diandra kabur duluan lari ke dalam kamar.
"Tu lihat Mommy kamu. Haha... kalau cari istri yang kayak Mommy ya. Gemesin.. bikin awet muda. Ok!"
"Ok!" Jawab Nate dan Mike kompak.
"Gud nak gud nghehehe."
*****
Tbc
Ngehehe mau lanjut? Soalnya ini aku bagi jadi dua supaya ga terlalu panjang. Pendek2 yang penting sering hihi.
Btw yang mau ngasih ide buat part selanjutnya bisa tulis di kolom komentar. Ide ku buntu nihh.. yang baekk lahh biar cerita ini tetep lancar wkwkwk