Tiken??? 2

1294 Kata
"Loh... loh..." Rio bingung saat Nate nggak mau naik ke mobil. Nate malah ngotot pingin turun dan balik lagi ke rumah.  Yah... Nate padahal tanggung loh. Masa nggak jadi? Daddy Rio tersakiti ini.  "Tuyunnn...!!!" Jerit Nate keras.  "Katanya mau makan tiken? Nggak jadi?" Tanya Rio mencium pipi gembul Nate gemas.  "Tu mau tiken! Api... api tu mau ambil teltazzzzz dulu!!" Ucap Nate di sertai semburan air liurnya yang menciprati wajah Rio.  Rio mengusap wajahnya dengan telapak tangan. Dia tertawa lebar. "Nggak pake nyembur kali."  Nate menjambak jambak rambut Rio sampai kepala Rio tertunduk ke bawah. Dia meringis menyingkirkan tangan gembul Nate yang sangat sadis.  Haishh... ini dulu buatnya pake bismillah apa nggak sih? Rio sampe bingung. Mengingat ngingat dulu waktu buat pakai bismillah dulu atau langsung nge-gas. "Kok Daddy di jambak jambak??" Diandra menggandeng Mike lebih cepat. Kemudian beridri di hadapan Rio dan Nate. Tangan Nate masih setia nangkring di rambut Rio.  Yah.. emang rambut Rio cukup panjang. Lupa potong rambut. Eh.. salah. Maksudnya males potong rambut.   Jadi yang salah siapa? Rio yang manjangin rambutnya sehingga bisa di jambak Nate? Atau Nate dengan tangan gembulnya yang super duper ajaib?  "Huhu... Yang... nanti Nate jadi batu gimana? Dia udah durhaka sama Daddynya." Ringis Rio.  "Tu ndak ulaka!!!" Kesal Nate melepaskan jambakanya. Diandra memutar bola matanya. Mencubit pinggang Rio gemas.  "Ishh kok di cubit?!!" Rio memanyunkan bibirnya.  "Masa bilangin anaknya sendiri jadi batu! Kalau gitu Kakak juga Diandra kutuk jadi batu!" "Apa salahku?" Tanya Rio polos sambil menaikan bahunya. "Banyaaaakkk!!!!!" Teriak Diandra di depan wajah Rio. Rio meringis mengusap wajahnya yang tersembur air liur Diandra. Nggak anak nggak Mommy sama aja tukang sembur. "Yaudah deh minta maaf ya sayang."  "Pizza hut dulu." Ucap Diandra mengacungkan lima jarinya. "Lima kotak?!!!!! Siapa yang mau habiskan Yang?!!!" Jerit Rio kaget. PLAKK Diandra menampol kepala Rio jengkel. Ngoming hadap hadapan aja kayak minta uang ke pesawat yang lagi terbang di langit.  Budeg nih lama lama Diandra. Punya suami kok kayak pelihara tarzan. Tarzan ganteng tapi hihi. "Nggak usah alay!"  "Ndak utah alay!!"  Tangan gembul Nate mendarat di pipi Rio setelah mengikuti omongan Mommynya.  Ini sebenarnya Rio orang atau samsak tinju sih? Main pukul pukul aja. Daddy Rio kan punya hati. Tapi kamu mungkin tak pakai hati. Ceilah... sok baper Daddy mah. "Tuyuunn Daddy. Tu mau mbil teltazzzz!"  "Buat apa dulu?" Tanya Rio menggoda Nate yang pipinya mulai merah. Sedangkan Mike anteng memakan cookies yang Diandra kasih. Kalau Nate mah nggak usah di tanya. Memang dari awal dia si biang onarnya. Tapi nggak bisa marah. Habis gemess. "Duat matan tiken. Daddy tu dodoh!!"  What!!!!  Rio menoleh ke Diandra meminta pembelaan. Ya kali istrinya itu malah menertawakan perkelahianya sama Nate. Bukanya bela Rio kek. Atau apa kek. Nggak Rio kasih jatah baru tau. Eh bukan jatah malam loh ya. Tapi jatah bulanan. Kalau jatah malam mah harus lancar. Hihi... Seakan mengerti tatapan memelas Rio yang minta bantuan. Diandra pura pura mengomeli Nate. Yang langsung diam saat di tatap tajam oleh Diandra. Rio tersenyum lebar. Bangga dengan Diandra yang membawa aura negatif. Weh weh... nggak nggak maksudnya aura yang bikin Nate langsung diam.  "Nate nggak boleh gitu sama Daddy ya? Nanti Nate mau nggak di beliin mainan lagi?"  Nate menggeleng. "Mau nggak di beliin baju? Nanti kalau nakal lagi.." "Daddy buang ke selokan." Celetuk Rio meneruskan kalimat Diandra. Membuat Diandra langsung menoyor kepala Rio.  Buang katanya? Melahirkanya aja susah. "Bercanda Yang. Masa Daddy Rio tega buang Nate yang imut gini." Ucap Rio sambil mengelus kepala Diandra.  "Aku tau. Tapi jangan di biasain ngomong kayak gitu."  Rio manggut manggut.  "Cium dulu sekali." Rio menunjuk bibirnya sambil sedikit menundukan badanya.  Diandra melengos membuka pintu mobil bagian di sebelah kemudi. Lalu dia masuk dengan Mike yang di pangkuanya. "Yang... sekaliiiiiii aja." Rio mengetuk kaca mobil yang gelap dari luar itu. Perlahan kaca mobilnya turun. Menampakan Diandra yang mengepalkan tanganya ke udara. "Mau di cium ini?"  "Bibir Yang."  "Tu uda Mommy. Tium.." ucap Nate mengikuti gaya Daddynya yang memegang bibir.  "Sini... sini.... Nate di cium Mommy." Diandra melambaikan tanganya. Kemudian Rio mengayunkan Nate untuk mendekat ke Diandra.  CUP "Aku Yang." Rio menyodorkan pipinya. CUP Yes yes... batin Rio sambil memegangi pipinya. Dia membuka mata lalu kaget ketika Mike berada di hadapanya. Berarti yang cium Mike dong?!  Diandra terkekeh melihat wajah cemberut Rio. Duh Daddy satu itu udah kayak anak kecil minta permen aja.  "Daddy teltazzz!!"  "Ya kita masuk!" Rio cemberut memutar tumitnya buat kembali ke rumah.  Tapi cekalan di tanganya menghentikan langkah Rio. Dia memutar tubuhnya ke balakang. Dia kaget waktu Diandra memegang kepalanya lalu mendaratkan ciuman singkat di bibir Rio. "Udah kan?" Tanya Diandra dengan wajah merah. Rio menggaruk tengkuknya lalu mengangguk malu malu. Terus dia lari ke dalam rumah dengan Nate di gendonganya yang melongo menyaksikan Mommy dan Daddynya berciuman bibir. "AAAAA DADDY TU MAU TIUMM MOMMY UDAAAA!!!!!!!!" Waduuhhhh bahaya!! Hehe... ***** Mereka udah jalan jalan mutar mutar kota Jakarta. Tapi belum juga nemu restauran yang jual tiken.  "Ni Daddy... tu upa atih te Daddy.." Nate memberi Rio yang capek nyetir itu sebuah kertas yang di lipat lipat sampai lecek. "Apa ini?" Tanya Rio dengan alis berkerut. Diandra menegakan tubuhnya yang udah pegel pegel duduk di mobil udah hampir setengah jam. Mike aja sampai tidur saking capeknya ngikutin mau si Nate. "Tikeeenn!!!!!" Teriak Nate keras.  "Ngggg..." Mike mengucek ucek matanya. Diandra langsung menepuk punggung Mike yang tidur di pangkuanya dengan kepala di d**a Diandra. Rio aja sampai iri waktu liat Mike tidur begitu. Daddy sableng memang. "Stt... jangan berisik Kakak Mike tidur." Diandra meletakan jari telunjuk di depan bibir. "Sttt... Daddy danan belisit. Mite bobo." Rio memasang tampang datar pada Nate yang duduk di pangkuanya. Yang terjepit antara dirinya dan stir mobil. Yang berisik siapa yang di tuduh siapa?  Diandra tertawa lima jari. Lebih menertawakan nasib Rio yang selalu kena bully anaknya sendiri.  Di kantor boleh jadi bos. Yang di segani semua karyawan. Tapi di rumah? Ah udah deh jangan di bahas. Malu ntar Daddy Rionya. Hihi. Rio menepikan mobilnya untuk membuka kertas Nate. Takutnya kalau sambil nyetir malah membahayakan nyawa keluarga kecilnya. Diandra melirik penuh minat. "Buka Kak."  "Huum Yang." Rio membuka kertasnya yang membentuk bola ping pong itu.  Dari luarnya sih terbayang warna kuning dan merah. Entahlah apa isi teltazzzz Nate. "Tuu tiken tu Daddy." Nate menunjuk kertas yang sudah di buka Rio. Wajah Rio berubah seratus delapan puluh derajat.  Ini mah KFC!!  Deket rumah pun ada. Ngapain juga muter muter sampai sejauh ini. Untung sayang anak.  "Hahaha... KFC Kak." Tawa Diandra pecah melihat selebaran KFC yang tercetak jelas gambar ayam di sana.  Rio menepuk kepalanya. Huhh... dia lupa kalau beberapa hari ini Rio menunjukan vidio ayam warna warni ke Nate. Terus Nate tanya itu apa? Rio jawab itu Chicken. Terus Rio juga ngasih tau bisa jadi apa aja chicken warna warni itu kalau di masak. Beberapa hari kemudian. Mario datang bawa selebaran yang Rio sama sekali nggak buka isinya.  Ohh ini selebaranya. Dasar Mario k*****t!!! "Ini tiken?" Tanya Rio menahan tawanya. "A itu tiken." Nate mengangguk angguk. "Tu mau tiken tuu Daddy."  Rio mengacak rambut tebal Nate. Chicken bisa gitu ya jadi tiken. Hah ini sukses buat Daddy Rio bingung setengah mati. "Haha iya beli chicken." "Tiken Daddy!!!" Protes Nate mengoreksi. Diandra makin tertawa lebar. Rio juga mengacak rambut Diandra. "Siapa disini yang bener sih Yang?" Keluh Rio melas. "Dua duanya bener.. gemes deh liat kalian berdua kayak gini. Mommy seneng." Diandra mencubit pipi Rio dan Nate terharu. Dia juga mencium puncak kepala Mike. Sayang... Mike itu agak kebih pendiam ketimbang Nate. Dan nggak suka basa basi. Tapi Rio dan Diandra sayang keduanya. "Daddy juga sayang kalian bertiga." Ucap Rio sambil tersenyum. Dia merentangkan kedua tanganya lebar lebar. Kemudian memeluk Diandra dan Mike nggak ketinggalan si tiken. Nate. Nate menarik narik kaos Rio. Dan acara pelukan teletubbis nya bubar. "Tiken Daddy???" *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN