Ep.2 - B.D.S.M. pertamaku

3981 Kata
"Where do you wanna go after this,?" Paul, lelaki asal Austria, anak rekan bisnis Mama. Tubuh berisi dan cukup kekar, namun tidak six pack, tinggi nya melebihi orang - orang Asia karena jelas dia orang Eropa. Kulit putih, mata abu - abu, hidung mancung, wajah tampan, dan rambut hitam kecoklatan pendek. Malam itu, hari Jum'at setelah pulang meeting perusahaan tepatnya di sebuah hotel mewah di Malaysia. Paul dan aku memang sering bertemu, satu tahun bisa 4 kali semenjak perusahan mandiri Ayah dan Mama bekerja sama dengan perusahaan Ibunya. Kami terakhir kali bertemu pada tahun 2017 di Florida, dalam pertemuan bisnis. Aku dan dia cukup dekat karena kami punya banyak kesamaan hobby, dan banyak lagi. "Ya nyambung aja," kalau bahasa kerennya. Singkat cerita karena kami sering melakukan staycation after business meeting, kami pernah kelepasan nafsu di sebuah pantai di Miami. Saat itu keluarga kami, Ayah, Mama, rekan bisnis dan Ibunya menikmati indahnya pantai di Haulover Beach Park. Tapi kami sebagai anak muda merasa bosan dan pamit untuk pisah dan menikmati yang lain. Paul 31 tahun dan aku masih 24 saat itu, kami pergi ke sebuah hotel untuk menjelajahi kota kecil itu dan mencicipi makanan - makanan yang enak. Sebuah hotel dipinggir kota, khusus untuk turis, disana menyediakan makanan Eropa, Amerika, dan juga Asia. Kami pun memutuskan untuk memesan sebuah meja dan satu kamar untuk beristirahat saja, menurutku sebagai orang yang cukup perhitungan, hal itu adalah pemborosan, ya walaupun terlahir banyak duit, aku gak terlalu mau menghambur hamburkan uang. Selagi menunggu jam makan malam, aku dan Paul menuju ruang hotel yang sudah di pesan-nya untuk kami berdua, jelas saja itu adalah kamar hotel Cabana. Bukan lagi Deluxe atau Apartment style room, menurutku ini sedikit berlebihan, terdapat kolam renang khusus untuk kamar ini per kamarnya, karena ini adalah jenis Boutique Hotels. Aku sih oke saja, selagi dia yang bayar, "Aku harus bayar makanan nih kayanya," dalam hatiku saat itu. Dia membuka kan pintu kamar untukku, aku masuk dan menutup nya kembali. "Hhhh, finally," ucapnya. Aku melempar badanku ke kasur "Yeah finally i can stretch my body, hhhhuuuuuuaahhhhhhhh, my back" ucapku sambil meregangkan badanku di atas kasur. Aku memang sudah menantikan berbaring sejak siang, rasanya badanku butuh pijatan. Aku memperhatikan Paul, dia melepas baju kaos hitamnya, dan terlihat lah badannya yang seksi itu tepat dihadapan ku, "Sorry," ucapnya. Kujawab "It's okay, it's too hot outside," aku memakluminya saja karena memang siang itu panas sekali di Miami. Paul pun tersisa hanya memakai celana jeans hitamnya, "Omg this is better," dia melepaskan sepatu nya dan berbaring di kasur besar yang sudah dari tadi ku baringi. Akupun yang memakai crop top hitam dan jaket kulit berwarna coklat melepas jaketku, memang benar benar-benar gerah diluar. Aku memakai celana legging putih saat itu, memakai sneakers merah less putih merek Converse, "Haha emg ini mah bukan ngirit lagi, tapi pelit," dalam hatiku ketika melepas sepatuku dan duduk. Ya aku pikir-pikir buat apa beli sepatu mahal kalau fungsinya juga sama, yang penting beli yang original tapi murah. Aku juga sering mendapat kritik dari Mama, mengenai cara berpakaian ku yang biasa saja padahal aku termasuk orang yang bisa beli sesuatu yang mahal dengan cuma telfon dan gak usah datang ke toko, lagi lagi menurutku itu berlebihan. Seusainya aku melepas sepatu, aku pun naik ke kasur dan berbaring di samping nya, Paul sedang memainkan handphone nya dan aku memejamkan mataku sebentar. Kami memang sedekat itu, rasanya seperti adik dan kaka, sayangnya aku adalah anak tunggal, Paul sering mengirim barang - barang seperti Snack asal Austria dan hadiah untuk ku saat ulang tahun, dia kirim dari negaranya ke Indonesia. Singkat cerita ketika memejamkan mata, Paul memelukku, "Hmmmmm, comfy," ucapnya. Maksudnya adalah "nyaman" saat dia memelukku, aku pun membiarkannya saja, dia memejamkan matanya juga, sehingga kami terlihat seperti pasangan yang tidur bersama saat itu. Tapi, ada sesuatu yang memalukkan terjadi, aku bersin. "Hhachuw," kututup mulutku dan hidungku. "Are you okay," tanya-Nya. "Yeah," kujawab. Tiba-tiba tanpa kusadari, p****g p******a ku mengeras, sangat keras. Itulah yang terjadi ketika aku bersin, dan aku membencinya. Paul yang tangannya tepat berada di atas p******a ku saat memeluk, "Hhh, i feel something," ujarnya. Dia membuka matanya dan melihat ke arah p******a ku, "Oh god," dia melihat ke arahku. Aku juga bingung untuk bereaksi seperti apa, aku memang tidak pakai bra karena orang Amerika tidak terlalu perduli tentang cara orang berpakaian disana, "So why not," dalam pikiranku. "Umm it's happened when i sneeze," jawabku. Dengan nada lembut, lelaki tampan itu berkata, "Can i touch it? it's kinda weird," tanya-Nya kepadaku. Aku yang gugup mau bilang apa, refleks bilang "Sure touch it,". Aku mengizinkannya menyentuh p****g p******a ku yang keras dari luar bajuku, di taruhnya jari telunjuknya di atas p****g ku dan "Hmmmmm can i pinch it?," dia bertanya lagi kepadaku apakah dia boleh mencubitnya. Aneh dalam pikirku, kenapa Paul berani sekali menanyakan hal-hal aneh dan kupikir itu termasuk hal yang kurang ajar, tapi aku memang tidak mau membuang kesempatan apapun kepadanya, aku juga agak merasa butuh sesuatu yang menghiburku saat itu ditengah perjalanan bisnis yang membosankan. Bisa dibilang dia adalah idaman wanita wanita Asia khususnya Indonesia yang biasanya suka sekali dengan tipe Bule yang kaya, tampan dan punya body bagus, padahal Bahasa Inggris saja masih belepotan. "Awwwwhh," teriakku saat dia mencubit p****g p******a ku degan keras. "It's hurt huh?," tanya-Nya. "Yes," jawabku. Dia pun beranjak duduk dan aku pun refleks mengikutinya, dia secara alami menarik kepalaku dan mencium bibirku degan keras. Akupun diam saja dan menikmati kejadian itu, Paul menarik badanku padanya lebih dekat dan secara natural melepas pakaianku. "Sssshhh," desahnya kecil ketika melihat kedua buah d**a ku terpampang nyata di hadapannya. Dia langsung saja meremas kedua buah d**a ku dengan muka yang sangat bernafsu, meremasnya dengan begitu keras, kemudian menghisapnya dengan penuh hasrat. Aku benar-benar kagum karena itu adalah kali pertama aku melakukan hal seperti itu dengan WNA, "Beda juga powernya ya," dalam hatiku. Paul mendorong ku ke kasur dan membalik badanku, mengarahkan badanku untuk posisi menungging, *plak plak plak* beberapa kali dia menampar kedua pantatku dengan keras dan mendesah. Aku sekali lagi hanya diam saja menikmati sensasi sakit tapi nikmat yang dilakukannya kepadaku. Dia membuka legging ku dibagian p****t, membuka nya setengah sampai pahaku, "Ahhhhh," desahnya melihat p****t ku yang menungging tepat di hadapannya, beberapa kali dia meremas dan menamparnya dengan kasar, "Awhh hurt," ucapku refleks. Memang sakit karena dia menampar kedua pantatku hingga merah. Dia akhirnya bertanya sesuatu padaku, "Becca, can we do this? i just want to do it if you want to, because I'm different with some people," ucapnya. "Yes we can do this, i won't be pregnant, i have IUD," jawabku meyakinkannya. Aku juga belum tau apa maksud nya dengan kata "dia berbeda dari beberapa orang," yasudah ku iyakan saja. "Ughhh really? let's do it baby," ucapnya bersemangat. Dia berdiri dan melepas jeans hitamnya dan menaruh ikat pinggang kulit nya di kasur, kini aku benar benar bisa melihat nya, melihat seluruh tubuh Paul dengan jelas, d**a bidang dan p***s-nya yang ukurannya jauh di atas rata-rata. Akupun sebenarnya gugup, karena itu benar-benar tidak direncakan, itulah aku memilih untuk memasang IUD. Dia berjalan ke arahku, "Open your legging, open all, be naked," perintahnya padaku. Akupun menurut saja apa katanya, melepas legging putih ku dan hanya memakai kaus kaki. "Now you call me *sir*, don't call me Paul," sekali lagi memerintahku dengan tatapan menakutkan seksi. Aku pun hanya mengangguk meng iya kan. "Come here," ucapnya. Akupun mendekat berdiri ketubuhnya, dia mencium ku dengan sangat kerasa dan meremas p****t ku dengan sangat keras. Aku benar benar menikmati itu, apalagi aku bisa merasakan p***s-nya yang ereksi tertempel di perutku. "You ready?," bisiknya, "Yes, sir," ucapku tersenyum padanya. Aku memang sedikit mengetahui tentang lelaki seperti Paul, mereka b*******h ketika mereka menjadi seseorang yang dominan dalam berhubungan seksual, dan merasa memiliki kendali. Dia mendorong bahuku kebawah, sehingga aku berlutut dihadapannya. Jelas sekali p***s besarnya itu bertabrakan langsung dengan wajahku, dia mengarahkan p***s nya ke wajahku dan memegang kepala ku, menepuk nepuk kannya kepipi dan bibirku "Ahhhhhh," desahnya kecil. Entah kenapa aku sangat menikmati itu, "Suck it," pintanya menyuruhku menghisap batang itu. Aku pun memegangnya dan meludahinya, memasukan p***s-nya ke dalam mulutku begitu dalam dan menggoyangkan kepalaku maju mundur, "Sssshhhh faster," pintanya membentak sambil menampar wajahku. Akupun menurutinya, kupegang pinggang nya dan ku hisap p***s-nya dengan sangat keras dan memaju mundurkan kepalaku. "Ahhhh, just like that," tuturnya. Dia yang sudah tidak tahan lagi memegang kepala ku dengan kedua tangan nya dan mulai "Let me f**k your mouth," di maju mundurkan nya dengan keras p***s-nya didalam mulutku, dia melakukan nya dengan keras dan membuat bunyi yang sangat nyaring, " Mmmmhhhh," desahku sambil menahan air mata yang keluar dari mataku saat dia memperkosa mulutku. "Yesss honeyyy yesss," desahnya. Dia mempercepat gerakannya dengan penuh gairah dan membuat ku tersedak, tanpa kusadari air mataku berlinangan keluar. Id mencabut p***s besarny dari mulutku dan menampar nya ke wajahku, "Mmmmhhhhh so good," gumamnya. Dia menarik badanku bangun dengan kasar, melemparku ke kasur dan merayap ke tubuh ku. *mwah, mwah* terdengar bunyi mengecap, dia menghisap buah d**a ku. "Ahhhhh so good baby," ucapku. Dia langsung mendekat mencekik leherku dengan tangan kanannya, "Don't call me *baby*, don't you understand? I'm your Master (tuan), you should call me *sir*," dia berbicara tepat didepan wajahku sambil mencekik leherku pelan. "Yes," jawabku, dia kembali mengencangkan cekikan nya di leherku, "Yes? yes who? you said you understand," dia menampar pipiku dan menatapku tajam, "Ahhhhh," desahku, entah kenapa situasi seperti itu membuatku semakin merangsang. "See? you can only moaning, answer me!" dia mencubit p****g p******a ku. "Ahhhh, f**k you Paul!," teriakku refleks. Dia langsung menampar ku lagi, "Don't say bad word in front of your Master, you are slut! you are just a slut! remember huh?," kembali menampar pipiku, "Yesss sir," jawabku yang sangat h***y saat itu. Aku tau dalam hatiku kalau dia akan b*******h jika melakukan hal ekstrim saat berhubungan seksual, jadi aku menuruti nya saja dan kadang sedikit memberontak agar dia lebih b*******h lagi. "Because you say bad word, i will punish you, slut," ucapnya. Dia duduk dan bangun dari posisi nya yang dari tadi berada di atasku, dia bilang ingin menghukum ku karena aku mengucapkan kalimat kasar. Dia mengambil ikat pinggang kulitnya, aku kaget setengah mati karena memikirkan yang tidak tidak. Dia kembali duduk diatasku, membenarkan posisi tiduran ku ketengah kasur. Paul menarik keatas kedua tanganku dengan tangan kanannya, dia mencium bibirku dan menghisapnya dengan kasar. Tangan kirinya mengambil ikat pinggang yang berada di samping badanku. Benar saja, dia mengikat kedua tanganku kearah atas dengan ikat pinggang nya. "What you doing? ahh," aku mencoba melepas ikatan itu. Tapi ikatan itu begitu keras, aku tidak bisa menggerakkan pergelangan tanganku. "This is the punishment that you get because swearing at me," jawabnya. Dia benar-benar ingin menghukum ku. Aku bertelanjang bulat dengan tangan yang diikat, membuat nya sangat b*******h. Dia mengocok sedikit p***s nya itu dihadapan ku ketika ingin berbaring di sampingku. "This is because you swearing at me, you slut, " bisiknya ditelinga ku. Paul membuka s**********n ku dengan luas, diludahinya jarinya, dan dengan tanpa basa-basi dia memasukkan dua jari ke dalam liang v****a-ku. "Ahhhhhhh ahhhhhhh," desahku sangat keras. Dia me- ngucik v****a-ku dengan sangat dalam dan keras, "Hhhhhhhh," dia tersenyum menyeringai menikmati teriakkanku. Dia berhenti mendadak, menamparkan tangannya yang penuh air liur dan cairan pelumas alami dari v****a-ku, "Still swearing at me? swear right now! swear!," pintanya. "Mmmhh no," jawabku dengan muka memohon. Dia kembali memasukan jarinya ke dalam liang v****a-ku, "Ahhhh," teriakku lagi, dia melakukannya dengan kerasnya. "Swear at me!," pintanya, sambil mengucik v****a-ku. "Ahhhhh hhh f**k me," ku jawab. "Aaaaaaaaahhh there it is," desahnya. Dia menggerakkan jarinya begitu cepat dan keras, "Ahhhh ahhhhh ahhh," desahku sangat amat keras sampai pinggulku naik. Aku juga tidak sadar aku menangis, "Yesss babyyy yesss, you are really beautiful slut," ucapnya menyeringai ke enakan sambil menikmati mengucik v****a-ku. Dia sudah terlihat tidak tahan lagi untuk meniduri ku, bisa ku lihat dari caranya menatapku yang sedang kenikmatan dan kesakitan saat dia mengucik v****a-ku sebagai hukuman mengeluarkan kata kasar padanya. Tiba-tiba saja, dia memperlambat gerakan jarinya, desahku pun agak mereda. "Hhhh it's hurt," ucapku sambil menangis menatapnya. Dia hanya menatapku tersenyum dan mengecup bibirku, dia menciumku sangat penuh perasaan. Jarinya yang belum dicabutnya dari liang v****a-ku, kembali di goyangkannya, "Mmmmhhh," desahku terdengar sedikit, karena dia masih menciumku. Sepertinya dia memang sengaja melakukannya, dia mempercepat gerakan jarinya mengucik v****a-ku, "Mmmhh," desahku. Dia melepas ciumannya, memberi ku nafas dan menicumku kembali, kali ini menusuk v****a-ku dengan hanya satu jari dan begitu dalam dia menggerakkan jarinya begitu cepat dan tanpa henti. Membuat pinggulku naik keatas, merapatkan kakiku menahan rasa nikmat dan sakitnya, sampai menangis mengeluarkan air mata. v****a-ku mulai begetar dan dia melepas ciumannya, "Aaaaaaahhhhhhhhhh, ahhhhhhhhh i cummed," ucapku. "Hhhhhh," desahnya melihat aku yang seperti bayi menangis kesakitan dan dalam satu momen ke enakan. Dia mencabut jarinya dan memainkan bibir v****a-ku, sangat basah. v****a-ku sangat basah karena ulahnya. Dia menepuk nya beberapa kali dan menatap ke arahku. "You are so sexy," katanya. Dia beranjak dari sampingku dan beralih duduk di hadapanku. Dibukanya lebar kaki ku dan menatap nya dengan penuh gairah, kedua tangan nya keatas membentangkan kakiku. *Slurp* Bunyi menyeruput terdengar, dia menghisap v****a-ku yang basah, "Ahhhh," desahku kecil sambil meremas tanganku sendiri, aku tidak bisa berbuat apa-apa karena tanganku masih terikat ikat pinggang miliknya. Aku begitu menkmati rasa hangat mulutnya yang berada dibawah sana, dia memainkan lidahnya dengan begitu liar di liang v****a-ku. "Mmmhhhhhh, so good," gumamku. Mendengar ku mendesah kenikmatan, dia mulai menghisap dan menggigit kecil ke arah k******s ku, "Aaaaaahhh Ahhhhhhh," teriakku. Aku benar benar tidak sanggup lagi, tanganku yang di ikat oleh nya sangt ingin memegang kepala lelaki itu yang sedang asyik bermain dengan v****a-ku. Setelah beberapa menit dia memakan v****a-ku, dia bangun dan mencium pusarku, dia menjilati perlahan keatas, hingga sampai ke buah d**a ku. Dihisapnya dengan lembut, tangan nya pun tak pernah terdiam, dia mencubit lembut p****g p******a ku. "I can't bear this, please f**k me," ucapku sambil meringis menahan nafsu yang dari tadi ingin sekali merasakan p***s besarnya di v****a-ku. "Mmh, what you say, tell me what you want," tamparnya kecil dipipiku dan berbisik, dia menciumi pipi, bibir dan menjilati wajahku. "Please f**k me," jawabku memohon, aku benar-benar tidak tahan lagi."Say it louder!," dia berteriak sangat keras di wajahku. Akupun menangis karena dia berteriak, "Don't cry baby girl don't cry, slut doesn't cry," dia mengusap lembut pipiku, "I want you,,.. hhhh,, sir. Pleaseee.... fuckk.... meee," jawabku lagi sambil terbata bata menangis. "Hahahahaha," dia tertawa seperti psychopath, mengejutkan ku. "Good girl, come here," ucapnya. Dia bagun dan membalik badanku mencoba membuatku tiarap, ditariknya pinggulku ke atas dan aku menungging dengan tangan terikat. *plak,plak* Beberapa kali dia menampar pantatku dan meremasnya sambil mendesah. Akupun beberapa kali mendesah saat ia melakukan itu, dia mencoba melihat lubang a**s ku, membuka belahan pantatku dan jelas sekali dia melihat v****a-ku dan lubang a**s ku yang berdekatan. Tangannya benar-benar ringan mengucik v****a-ku sesekali, menggosok jempolnya di lubang a**s ku dan kembali menampari pantatku. Dia mulai bergeser ke arah pantatku, aku melihatnya "What you doing," tanyaku. Dengan lantang dan jelas dia menjawab, "f**k your p***y,". Dia mengocok sedikit p***s-nya dan langsung saja menggosok kan kepala p***s-nya di bibir v****a-ku yang nampak sangat basah, dengan posisi menungging seperti itu v****a-ku yang sangat chubby dan kenyal terlihat sangat jelas. "Ahhhhhh ssssshhhh," desahnya kuat saat menggosok kan kepala p***s-nya di bibir v****a-ku yang kenyal. "Mmmmmmhhh," gumamku mendesah bertelungkup ke arah kasur, aku tidak tahan lagi, sungguh nikmat rasanya ketika dia menggosokkan p***s-nya. Dia memasukkan nya sedikit demi sedikit, "Ahhhhhhhhhh," desahnya kuat. "So tight, your p***y so tight," ucapnya sambil menampar pantatku. "Ahhhh," desahku kenikmatan. v****a-ku yang sejak tadi sudah basah membuat ku tidak lagi merasa sakit, tapi malah sangat nikmat. Paul mulai mendorong p***s besar nya itu lebih dalam, "Ahhhh," desahnya lagi ke enakan. Memang ukuran liang v****a-ku sangat sempit kalau harus dibandingkan dengan dengan ukuran p***s nya yang sangat besar. Mungkin itulah kenapa banyak warga negara asing sangat suka dengan wanita Asia. Dia terdiam sejenak menghela nafas dan, "You want me to f**k you right? my slut? my baby slut!," dia berbicara dengan nada lembut. "Yess sir, i want it," jawabku. "Sshhhh, you look at this, this f*****g p***y it's so tight even it's hard for me to push my d**k in you," dia menampar lagi pantatku dan sekarang menarik rambutku. Posisi ku pun mendongak dengan tangan yang terikat dan p***s nya di v****a-ku. "Tell me you are my slut," ucapnya lembut, "I'm your slut, your only one slut, I'm yours," jawabku sambil menahan sakit rambutku yang ditariknya. "Louder!," dia menampar pantatku, "Ahhhhh," aku berteriak refleks saat dia menampar pantatku. Akupun menjawab "Yess, I'm yours! I'm your slut sir!" aku menjawab nya dengan sedikit air mata yang keluar dari mataku. "Good job," ucapnya. Langsung saja dia mulai menggoyang kan p***s-nya dengan begitu keras dan dalam, "Ahhhhhh ahhhhhh, mmmmmmmhhh," desahku sangat keras merasakan tumbukan p***s besarnya di liang v****a-ku, itu benar-benar terasa sangat sakit dan juga nikmat dalam waktu yang bersamaan, dia menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan sangat cepat. "Ahhhhh," dia mendesah keras, kami berdua bercinta dengan sangat keras menggunakan posisi Doggy style. Paul menggerang beberapa kali, aku yang mendengarnya semakin merasa lebih terangsang dan menggila, dia benar-benar menikmati liang v****a-ku yang sempit begitu juga aku. p***s besar nya membuatku merasakan nikmat tiada tara. "Ahhhhh, so good," ucapnya sambil terus menggoyangkan pinggulnya dan menghantam pantatku, dia menarik rambutku dan tangan satunya lagi meremas buah d**a ku sebelah kiri begitu keras. "Ahhhhh, mmmmmmm," aku merintih dan menangis sangat keras merasakan tumbukan p***s nya di liang v****a-ku. Sungguh sangat dalam dan kuat, aku sampai tidak sadar menangis. "Ahh," desahnya dengan keras, p***s-nya mulai tersendat dan bergetar kecil pinggulnya, "Ahhh ahhhh, OHMYGOD," teriakku yang juga merasakan itu, "Mmmhhh," gumamnya keras sambil memelankan gerakan pinggulnya, dan "Aaaaaaaaaahhh," desahnya, "Ahhhhhh," desahnya sekali lagi sambil menutup matanya. "Mmmmhhhh," desahku kecil yang mendongak karena rambutku masih ditariknya. Aku merasakan s****a nya yang keluar begitu banyak diliang kecil v****a-ku, sungguh begitu hangat. "Ahhhhh ahhhhhh ohmygod Paul," desahku sangat keras. Paul melepaskan kepalaku dan aku pun tertunduk ke arah kasur, "Hhhh hhhh," aku menghela nafas, "It was so f*****g good," ucapku. Dia juga melepas p***s besarnya dari lubang v****a-ku, mendorong ku agar telentang dan, dia kembali mengocok batang k*********a itu. Paul menghadap ke arahku, dia melakukannya tepat di atas perut dan kemaluanku, aku dalam posisi membuka lebar s**********n ku dengan tangan yang masih terikat. Lelaki itu mengocok p***s nya perlahan, menatap ke arahku. Aku juga sangat tidak tahan melihatnya melakukan itu tepat dihadapan ku, Paul menutup matanya dan mengocok nya lebih cepat lagi, "Ahhhh," desahnya. "Yess babyy, do it faster," ucapku yang mencoba membantunya untuk mengeluarkan sisa s****a nya, "Ahhhh hhhh hhh," desahnya dengan sangat keras dan tersendat, "Mmmhhhhh baby," ucapku, dia pun mengocok p***s nya lebih keras lagi dan meringis, "Aaaaaaaahhhhhhhhhh," desahnya panjang, s****a nya muncrat keluar dan mendarat diatas perutku. "Mmmhh so good, good job baby," ucapku manja. Paul tersenyum melihat ke arahku sambil bernafas begitu berat, "I love you," ucapnya tersenyum, "No, you love my p***y," jawabku bercanda. Itulah laki-laki, dengan having s*x satu kali saja dia bisa bilang dia cinta, padahal yang nyata adalah, dia hanya mengungkapkan kalau dia menikmati v****a kita, tapi mereka tidak bisa meng ekspresi kannya dengan baik. Lelaki itu pun melepas ikat pinggang yang diikatkan nya ke tanganku, menaiki tubuhku, dia berkata "You are so good in this thing Becca,". Aku tertawa, "Hahaha, why? they are just being a good girl and act spoiled at you?," tanyaku. "Exactly, i like a rebel like you, not really rebel but yeah. you good," jawabnya. Dia bilang padaku dia suka wanita yang agak sedikit memberontak tapi juga penurut saat bercinta dengannya, kebanyakan wanita yang ia tiduri hanya menuruti dan menikmati saja, tidak seperti Becca yang berani berkata kasar padanya. Sore itu kami tertidur pulas di kasur mewah hotel di Miami itu, sampai tiba jam 7 malam kami terbangun. Kami sepakat kalau yang terjadi hanyalah antar dia dan aku, dan kejadian itu terjadi karena sama sama menyukainya. Ya walaupun aku tau dia yang pertama kali melucuti ku dengan bertanya apakah boleh menyentuh p****g p******a ku yang tegang akibat bersin. Paul dan aku melakukan makan malam dengan suasan hati yang senang, kami berdua menikmati makan malam mewah itu bagaikan dua sejoli yang baru menikah, aku tertawa dalam hatiku, sungguh kejadian aneh. Mungkin aku dan Paul akan melakukannya lagi lain waktu, aku berharap begitu dalam hatiku. Ini juga pengalaman b**m pertamaku, aku tidak pernah mengetahui kalau hal-hal ekstrem seperti ini memang benar-benar nyata dilakukan beberapa pasangan, aku sungguh mengira menampar, menarik rambut, mengikat tangan ku seperti diculik dan membuatku menangis kesakitan tidak akan membuat ku puas dan membuat ku b*******h. Ternyata jauh dari hanya pikiranku, aku sungguh menikmatinya lebih dari pengalaman bersetubuh ku dengan pria lain. Sex singkat ku malam itu dengan Paul membuat kami ingin melakukannya lagi dilain waktu, aku dan dia sepakat akan melakukannya lagi entah kapan dengan peralatan-peralatan lengkap nya yang dia punya. Dan sekarang kami di Malaysia, aku tidak tau apakah ini waktunya.... ? INFORMASI ISTILAH SEKSUAL : Umum : Ereksi : Ereksi adalah keadaan p***s yang membesar, mengeras, dan menegang. Kondisi ini terjadi akibat timbulnya perubahan otot, saraf, dan pembuluh darah dalam struktur anatomi p***s. (ngaceng). Orgasme : o*****e adalah puncak reaksi seksual yang diterima, baik oleh pria maupun wanita. o*****e ditandai oleh dua hal. Pertama, secara psikis dirasakan sebagai perasaan nikmat. Kedua, secara fisik ditandai dengan kontraksi seluruh otot tubuh. Sperma : s****a adalah cairan yang mengandung sel-sel reproduksi laki-laki yang berukuran mikroskopis. Cairan ini biasa dimasukkan ke sistem reproduksi wanita selama berhubungan seksual dan bisa membentuk janin (kehamilan) jika berhasil membuahi sel telur wanita. GAYA POSISI DI EPISODE INI : - Doggy style = mengarahkan wanita pada posisi merangkak, sementara pasangan pria berlutut dan melakukan penetrasi dari belakang. EP. SEBELUMNYA - Missionary = Missionary adalah posisi di mana Anda (laki-laki) berada di atas sementara pasangan di bawah. Pada keadaan tersebut, Anda akan lebih mudah melihat ke dalam mata pasangan sambil mengontrol rangsangan. - Cow Girl = Sama seperti woman on top (perempuan di atas), posisi ini memungkinkan perempuan berada 'di atas'. Menurut terapis seks Sarah Watson, posisi ini bisa menyenangkan dan mengasyikkan bagi kedua pasangan. Dalam episode ini : - b**m adalah aktivitas seksual yang merujuk pada p********n fisik, sadisme dan masokhisme yang dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak. BDSM sendiri merupakan singkatan dari Bondage, Discipline, Sadomasochism. b**m ini adalah kelainan seksual yang bisa dibilang paling kasar dan erotis dibanding dengan kelainan seksual yang lain. Masochisme, yang didefinisikan oleh RUU Ketahanan Keluarga sebagai cara seseorang untuk mendapatkan kepuasan seksual melalui hukuman atau penyiksaan dari lawan jenisnya, mengabaikan dalil persetujuan yang dianut pelaku sadomasokis. Karena tanpa persetujuan, tindakan seksual apapun kepada siapa pun dapat dikategorikan pemerkosaan. - IUD adalah singkatan dari Intrauterine device. Alat ini dapat segera menghindari pembuahan setelah dipasang. Alat IUD berupa potongan plastik atau tembaga berbentuk T yang disematkan di dalam rahim oleh dokter. IUD tembaga dapat mencegah kehamilan selama sekitar 10-12 tahun. Sementara IUD hormonal mampu mencegah kehamilan selama 3-5 tahun, tergantung dari merek apa yang Anda gunakan. Alat ini dapat menjadi kontrasepsi darurat jika dipasang dalam waktu 5 hari setelah berhubungan seks pada masa subur, tanpa kondom. Melansir dari Planned Parenthood, memasang IUD terbukti memiliki tingkat efektivitas yang tinggi hingga 99,9 persen dalam mencegah kehamilan. Cara kerja KB IUD adalah dengan dengan mengubah gerak s****a di dalam tubuh wanita sehingga sulit mencapai sel telur. Meski begitu, sebaiknya cara mencegah kehamilan ini hanya dilakukan oleh wanita yang sudah pernah melahirkan. _____________________________________ Halo Readers, semoga kalian suka sama ceritanya ya. Minta tolong di Follow juga ya kalau suka ^_^ Dalam cerita ini, sebagai informasi author tambahkan pengetahuan/pengertian yang mungkin beberapa Readers gak tau apa artinya atau hanya sekedar bingung dengan istilah seksual yang digunakan di dalam cerita ini. Jadi novel ini juga bisa mengedukasi kalian para pembaca yang mungkin ingin mengembangkan fantasi seksual nya dengan pasangan atau memang hobby membaca steamy story untuk kebutuhan pribadi. Salam! Jangan lupa follow ya! Author bakal terus update. Terimakasih ^_^.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN