Ep.3 - Kuhibur pamanku

3947 Kata
Setelah kejadian pamanku meminjam uang, beliau tampak baik saja. Kami. sering bertemu di makan malam keluarga, di bar, di rumahku, di rumahnya, di manapun. Dia terlihat baik, secara mental dan fisik, "memang sangat menggairahkan," gumamku. Seorang pria seperti dia ku akui banyak diminati oleh wanita, apalagi wanita muda yang hanya ingin uang darinya. Oh iya, dia menepati janjinya, dia membayar lunas hutang uang yang dipinjamnya kepadaku, padahal aku berniat memberikannya secara cuma-cuma. "Koh Warren, ini mama titip," ucapku sambil memberikan amplop coklat besar kepadanya. "Oh iya iya, eh om mau makan siang keluar, km mau ikut?," dia bertanya. Kebetulan hari itu Sabtu, Mama pergi untuk mengurus sesuatu di luar, Pamanku atau Kokoh ku ini di suruh lah menjaga aku untuk sementara, karena aku ada sedikit konflik dengan Mama mengenai mobil. Aku gak diperbolehkan keluar untuk sementara. Koh Warren, ya namanya adalah Warren Alexander Mackey. Nama belakang yang sama dengan ku *Mackey*, nama dari Kakekku. Dia hari ini dirumah ku, ya memang dari dua hari yang lalu sudah ada dirumah untuk menginap karena ada sesuatu yang harus diselesaikan berdua dengan Ibuku, ya lagi lagi urusan bisnis keluarga. Waktu menunjukan pukul 13.40 pm, hampir jam 2 siang. Dia mengajakku keluar untuk makan siang, "Hm gak deh, drmh aja," jawab ku sambil memanyunkan bibir. "Lah? ayooo, Mama mu gak ada," ucapnya. "Gak deh beneran, aku mau pesan antar aja," jawabku. Aku kembali ke atas menuju kamarku, meninggalkan Koh Warren yang akhirnya bingung untuk makan siang di luar atau menemaniku makan di rumah. Aku duduk di kasur ku memilih makanan untuk dipesan melalui handphone, "Becca," Koh Warren mengetuk pintu kamarku. "Iya, tunggu," aku memasang piyamaku, aku tidak memakai apapun saat itu karena ingin mandi. "Masuk, buka," ucapku. "Km pesen makan? pesenin juga ya, mau makan dirumah juga deh," ucapnya sambil masuk ke kamarku. "Oh iya deh, sekalian mau pesenin supir sama satpam juga kalo gitu," jawabku. "Iya deh atur, w tunggu dibawah ya didapur," katanya, "Ok, Becca mau mandi, mau ikut?," tanyaku bercanda, "Lah hahahha gak, gak tahan nanti," ucapnya bercanda dan keluar kamar. Akupun mandi, menyetel musik kesukaanku dan bernyanyi. Kebiasaan ku yang tidak bisa kuhilangkan dari SMA. Setelah beberapa saat aku selesai, aku memakai handuk kimono ku berwarna putih dan rambut yang tergulung rapi dengan handuk pink. Setelah keluar kamar mandi ku cek handphone ku dan ternyata pesanan ku sudah diterima, "Ah mungkin Koh Warren yang terima dibawah," ucapku dalam hati. Akupun mengambil beberapa lembar uang cash dilaci ku dan menuju kebawah. Aku menuruni tangga rumahku yang sungguh besar bagaikan hotel bintang 5, "Huft capek, kalau bisa lompat ya lompat," ucapku dalam hati, rumah terlalu besar seperti ini kadang-kadang membuatku bosan dan kelelahan sendiri karena harus jalan jauh kalau mau ke dapur atau kebawah. Kulihat pamanku itu sedang duduk di kursi kitchen set dapur, "Berapa total semuanya tadi?," tanyaku sambil membuka bungkusan plastik makanan nya yang ada di meja. "Ohh gausah, Koh udh bayar," jawabnya santai sambil memainkan handphone nya dengan muka lesu. Aku diam saja melihatnya seperti itu, ku bagi bungkusan makanan tersebut dan berjalan sebentar ke depan rumah untuk memberikannya ke pak supir dan satpam rumah. Aku kembali ke dapur, berjalan menggunakan sandalku, bunyinya sangat nyaring karena rumah memang sangat sepi dan cuma ada aku dan pamanku itu. Setelah sampai ke dapur kulihat belum juga dia membuka bingkisan makanan miliknya. Akupun berbaik hati mengambil piring dan sendok untuk nya, karena ku lihat dia seperti nya punya masalah. Ku taruhkan makanannya dan ku sediakan untuknya, "Nih koh, makan yuk," ucapku padanya sambil menaruh piring makannya didepannya dan juga piringku. Aku duduk disampingnya, "Wah makasih ya syg," jawabnya degan nada lemas dan mencium pipiku. Akupun terdiam seperti batu terkejut dengan tingkah nya itu, aku benar-benar tidak mengerti ada apa dengannya. Aku berdiri mengambil air didalam kulkas besarku, "Mau apa?," tanyaku padanya yang kulihat masih memainkan handphone nya dan tidak menyentuh makanan nya sama sekali. "Mmm orange juice deh," jawabnya. Ku ambilkan sebotol orange juice vitamin untuknya dan air putih untuk ku, ku taruh dimeja kitchen set ku yang tinggi itu. Aku sebentar melepas handuk rambut ku dan mengusapnya sendikit agar rapi, dan duduk kembali ke samping pamanku itu. "Kokoh kenapa?," tanyaku sedikit lembut sambil minum. "Mm gapapa Becca," jawabnya. "Kokoh cerita lah sm aku, kli aja aku bisa bantu, drtd muka nya ky gt g ganteng bgt," aku bercanda mencoba mencairkan suasana. "Gapapa , beneran deh," jawabnya. Dia pun menaruh handphone nya dan mencuci tangannya berjalan ke wastafel. Aku masih belum makan, aku duduk meminum vitamin ku, pamanku pun duduk dikursinya yang berada di samping ku. Kutatap dia yang kembali lagi memainkan handphone nya, lagi dahinya berkerut seperti memikirkan sesuatu dengan sangat keras. "Hmm knp ya?," gumamku dalam hati. "Kokoh, ayo makan yuk, kokoh knp si dari tadi Becca liat mukanya kaya gitu, ada masalah apa? uang? kasih tau lah," ucapku mendekat padanya. "Gak, gak papa koq syg," dia mengusap kepalaku seperti anak kecil. "Issshhh trs knp mukanya drtd ky gitu? masalah apa koh? uang? kerjaan? atau apa?," tanyaku lagi dengan ketus. "Hm kamu gak bakal ngerti bayi kecil, tuh liat mukamu masih bayi hahha," menyodorkan handphone ke arahku. "Halah sok bercanda, sok rahasia2an, giliran kmrn duit pinjam Becca, hufttt," jawabku meledek, pamanku pun tersenyum. Aku berjalan mengambil selai strawberry ke kulkas untuk memakan pisang, rencanaku untuk cuci mulut. Ku cari selai itu, ternyata tidak ada di rak atas, aku harus bertekuk lutut untuk mencarinya. Aku lupa kalau aku masih memakai handuk kimono ku yang pendek dan tanpa celana dalam, dan bodohnya disana ada pamanku. Ketika aku menggenggam selai itu dan mendapatkan nya, aku baru mneyadari kalau dari tadi pamanku memperhatikan pantatku dari belakang. "Ehh lupa lupa," ucapku malu menutup bagian p****t ku. "Santai aja kali, ky kokoh gk pernah liat sebelumnya," jawabnya tersenyum seolah terangsang. "Yajuga sih, yaudah," ucapku. Aku berjalan menuju pamanku yang masih memegang handphone nya, ku peluk dia dari belakang, dan kusandarkan kepalaku di bahunya. Aku bisa melihat chat di handphone nya, ternyata itu adalah Tante Ramona, aku melihat photo Tante Ramona dengan seorang pria sedang bermesraan. "Itu Tante?," tanyaku. "Hm mhm," pamanku mengangguk. Ternyata itu yang dari tadi di pikirannya, aku tiba-tiba merasa sedih melihat dia seperti itu. Walaupun dia adalah lelaki yang suka pergi ke klub untuk minum, suka menggoda wanita, dan berjudi, dia tidak pernah mengabaikan istrinya, dia juga tidak pernah benar-benar bermain wanita. Walaupun dia tidak mencintai istrinya seperti harusnya suami istri, tapi dia memberikan apa yang dia punya dan menjadi suami yang bertanggung jawab untuk urusan rumah tangga. Pamanku juga tidak pernah menjatuhkan istrinya walaupun keras hati istrinya itu tidak pernah sedikit pun ada rasa untuknya, dia selalu menghargai privasi ataupun image istrinya di luar kamar tidurnya. Mereka memang tidak tidur satu kasur, tapi pamanku menyayanginya karena dia tau Tante Ramona juga terpaksa menikah dengannya, begitu juga dirinya. Jadi, dia mencoba untuk tidak menuntut apapun. "Hmm jadi itu ya Koh, gapapa masih ada aku, Mama, Kakek, Nenek, pak supir juga ada," candaku menghibur nya. Dia tersenyum ke arahku. Aku memeluknya dari berdiri dari belakang, melingkari pinggang nya tanganku mengelus dadanya. Tiba-tiba telfon berdering dari handphone nya, "Halo. dimana? knp gak dijawab dari tadi malam?," ucap pamanku. "Kenapa sih, ganggu bgt Lo. udah gw bilang gw diluar kota, Lo ngapain spam chat ke gw, gw udah bilang gw gak tau ada yang video in waktu itu, knp sih ngurusin hidup gw banget. Kalau kita cerai juga perusahaan gw yg rugi, bukan Lo ya. Stop SMS in gw, dasar cowo Freak" jawab Tante Ramona di telfon berteriak. *titt* dimatikan nya telfon itu. Pamanku terdiam dan menaruh handphone nya di meja, menunduk dan memegang kepala nya. Aku sangat kasihan dengannya, baru kali ini aku melihat dia seperti itu, dan aku juga sangat terkejut karena tidak pernah mendengar Tante Ramona bicara sekasar itu, ingin rasanya aku menamparnya, umur kami gak jauh beda. Tak kusangka wajah cantik dan polosnya itu bisa berucap sesuatu yang menyakitkan seperti itu, setidaknya kalau tidak cinta, jangan membuat onar dengan pergi ke klub malam dan berciuman dengan pria lain di wilayah publik, Pamanku juga suka menggoda wanita, tapi itu hanya dimulut sahaja, dia tidak pernah benar-benar bermain wanita. Akupun memeluknya kembali, "Jangan dipikirin ya Koh, dia gak penting, habis ini kita jalan jalan yaa," ucapku. "Hm mhm," jawabnya mengangguk. "Kokoh, jangan sedihh lahh, nanti Becca juga sedih, emg jahat bgt Tante Ramona, aku jadi benci," ucapku memeluknya dan bersandar di bahunya dengan manja. Pamanku berbalik ke arahku memutar kursi nya, (kursi putar otomatis). Dia menarik ku dan memelukku dengan erat, "Emmhh," gumamku refleks. Dia memelukku dengan sangat erat, akupun terdiam dan membalas pelukannya itu, ku usap lembut kepalanya seperti anak kecil. Dia terisak, ternyata dia mengeluarkan air mata. Aku benar-benar sedih, merasakan emosi yang dirasakan Koh Warren. Entah kenapa aku benar-benar merasakan apa yang dia rasakan, kami berdua seperti terkutuk. Kami merasa lahir di keluarga yang salah, kami hanya ingin hidup biasa seperti yang lainnya, melakukan apa yang kita mau dan bebas untuk memilih jalan hidup. Tapi tidak, kami terperangkap di dalam keluarga kaya yang tamak, yang hanya memikirkan kemana jatuhnya warisan mereka tanpa memikirkan perasaan anak dan cucunya. Pernikahan karena bisnis memang benar-benar terjadi di kehidupan nyata, dan orang-orang berpikir itu biasa saja karena kami kaya raya, padahal jauh dari benak mereka, kami tidak bahagia. Kebahagiaan kami tidak bisa dibeli dengan uang, sehingga kami berharap lahir dari keluarga yang biasa biasa saja. "Makasih ya Becca udah sllu ada, Kokoh bener2 gak tau harus gimana dan cerita sama siapa kalo km gak ada," ucapnya lemas. "Iya gak papa Koh, aku ngerti koq. Aku syg Kokoh," jawabku. Aku benar-benar sedih, karena pikirku laki-laki saja bisa menangis seperti itu saat dia tidak bahagia dengan kehidupan nya, bagaimana Mama yang diselingkuhi Ayahku, aku terdiam sejenak merasakan kesedihan itu menggerogoti badanku, mengeluarkan sedikit air mata. Tapi aku harus kuat, aku tidak perduli dengan bagaimana keluarga ini menatapku, ini hidupku. Akupun bangun dari pelukan Pamanku itu, ku tatap matanya dan tersenyum, "Jangan sedih Koh, kan ada aku. Kita bisa balas dia koq, tapi bales dalam diam aja," ku sentuk pipinya yang basah dan ku tatap matanya penuh nafsu. "Mh mh, yuk kuat yuk," ucapnya mengusap air matanya sambil tersenyum. Aku berlutut di hadapan nya, "Becca, Becca astaga kamu ngapain?," dia berusaha mengangkat bahuku. Aku mulai mengelus pahanya, "Ini didapur loh Becca, jangan," ucapnya lagi sambil melihat situasi rumah. "Teruss?," tanyaku menantang. Kucoba membuka kancing dan resleting celana jeans nya, "Mmmhh," dia sudah mendesah saja. Entah dia merubah pikirannya memikirkan untuk membalas istrinya, dia tiba-tiba membuka kancing dan resleting nya sendiri. Dia mengeluarkan p***s nya dari celana dalamnya dan mengocok nya didepan wajahku. "Mmmmhhh so good right," ucapku sambil meremas pahanya. Ku ambil alih p***s nya dari tangannya, aku menatap matanya dan meludahinya dengan Saliva ku, ku jilati p***s nya berusaha membuat tegang batang itu. "Mmmhhh, terus Becca," ucapnya. Akupun mengocok p***s nya dengan lembut, mengayunkan tanganku dengan perlahan, dan masih menatap ke arahnya. "Enak?," tanyaku padanya. "Keep doing," jawabnya. Akupun mulai mengocok dengan keras p***s nya yang sudah mulai tegang dan berdiri, "Sssshhhhhh," seringainya. Aku memasukkan p***s-nya kedalam mulutku, "Ahhhh," desahnya kecil. Ku hisap p***s-nya sangat dalam, ku tumbukkan p***s-nya begitu keras ke mulutku. Ku goyangkan kepala ku dan masih menatap ke arahnya. Rupanya dia tak tahan lagi, Pamanku itu menarik memegang kepalaku dan menumbukkan p***s-nya dengan keras kemulutku, "Mmmhh," gumamnya. Akupun diam saja membiarkan dia mmperkosa mulutku dengan p***s-nya. Sesekali aku mendesah ke enakan, sampai akhirnya "Arghh-mmhh," aku tersedak. "Ahhhh," desahnya. Dicabutnya p***s-nya itu dari mulutku. "Hhhh hhhhh," dia bernafas dengan berat, dia tiba-tiba saja langsung menarik bahuku dan mengangkat ku. Di dorongnya aku duduk disebuah kursi dihadapannya, dibukanya ikatan handuk kimono ku, dan langsung saja di tariknya kursi itu mendekat menggunakan kakinya. Dia meremas kedua buah d**a ku dan menarik ku kedalam tubuhnya, menciumku dengan keras dan meremas p******a ku dengan begitu hebatnya. "Ahhhhh, Shhhh," desahku terdengar saat ia meremas p******a ku dengan keras dan tidak melepas ciumannya. Dia terus mengecup bibirku dengan kuat, mehisap lidahku dan memejamkan matanya. Ku taruh kedua tangan ku di bahunya, dan kubiarkan dia menikmati apa yang mau dilakukan nya padaku hari ini. Ku anggap saja caraku menghiburnya. Dia masih menciumku, aku juga menikmati ciuman mesra darinya itu dengan penuh nikmat. Ia menciumku seperti aku adalah seseorang yang dicintai nya, aku benar-benar menikmati itu, karena sudah lama aku tidak bercinta dengan rasa, aku merasa dunia adalah milik kami berdua saat itu. "Awwhhhhh," teriakku refleks, bibirku berdarah. Dia menggigit bibirku, "Aa maaf syg, sini mana bibirnya yg berdarah," ucapnya. Dia memegang bibirku dan melihat yang mana bibir yang berdarah. Itu adalah bibir bawahku, dan dia kembali mencium ku, di hisapnya bibir bawahku yang berdarah dan menghisap darah yang keluar dari bibirku. Tak kusangka dia melakukan French Kiss padaku, aku sangat menikmatinya. Dia kemudian melepas ciumannya lagi, menatap ke arahku dengan gairah, "Becca," ucapnya sambil menatap mataku. "Hmm iya sayang," jawabku memegang pipinya. "Ahhh," desahnya keras, "Kokoh suka waktu km panggil sayang, gpp. panggil aja sayang," dia mengecup bibirku dengan tangannya melingkar di pinggangku. "Okkk syg," jawabku tersenyum. Dia menciumku lagi dengan penuh rasa, menutup matanya dan merasakan tubuhku yang semakin mendekat ke arahnya. Aku turun dari kursi dan berdiri, ia terus menciumku. Sesekali ku kocok p***s besar nya yang tegang keluar dari celana itu. Kali ini tangannya tidak diam, dia meremas kedua pantatku yang tertutup handuk kimono ku. Dilepasnya ciuman dibibirku, dia menarik tubuhku lebih dekat lagi, dan "Ahhhgg," desahku keras. Dia menggosokkan jarinya di belahan v****a ku. "Basahin dulu jari kamu baby," pintaku padanya. Dia tiba-tiba saja menggendongku naik ke atas meja, "Mmh kamu mau apa?," tanyaku. Dia tersenyum mengambil Jar selai strawberry ku, "Buka," ucapnya. "Apanya?," tanyaku aneh. Dia membuka tutup selai, dibukanya s**********n ku, dibentangkan nya kedua pahaku. "Mmhhh, cantik," ujarnya melihat v****a-ku. Dia memasukkan jari nya ke selai dan mengambilnya sedikit, aneh saja dia menaruhnya di bibir v****a-ku. "Mmh ekperimen apaan nih, but keep going. maybe i like it," ujarku. Di gosokkanya selai strawberry di atas bibir vaginaku, sedikit mendorongnya ke dalam. Kemudian dia menyodorkan jarinya yang penuh selai strawberry ke mulutku, ku hisap jarinya dan kubersihkan tangannya dari selai strawberry itu. Dia menunduk ke arah vaginaku dalam keadaan duduk dikursi, dengan santainya ia menjilati v****a-ku. "Mmmhhh," desahku yang tidak tahan, dia mulai menjilati dengan keras selai yang ada di v****a-ku. Dihisapnya v****a-ku dengan keras, "Ahhhhhhhhh babbyyy," desahku lagi dengan keras. Ku pegang kepalanya dan menggerakkan nya, aku sungguh tida tahan lagi. Dia menghisap v****a-ku bagaikan eskrim, menjilati, menghisap, dan mengingitnya lembut. Ternyata itu gunanya selai strawberry tadi, dia mencoba menikmati v****a-ku dengan rasa. "Anehh," dalam pikirku awalnya. Tapi "Ahhhh," itu sangat enak. Kubiarkan saja dia menikmati v****a-ku. Sampai akhirnya, "Sini," dia menarik turun badanku, aku berdiri dihadapannya. Pamanku memasukan jari tengahnya ke dalam liang v****a-ku sangat dalam dan tanpa basa-basi, "Aahhhhhgg," desahku. Aku berdiri dihadapannya dengan posisi menaruh kedua tanganku dibahunya, dia mulai mengucik v****a-ku, menggerakkan jarinya begitu cepat, "Ahhhhh Ahhhhh," desahku sangat keras. Dia juga tak tahan mendengarku seperti itu, dia menicumku menarik kepalaku kearahnya dengan tangan yang satunya, "Mmmmhhhhhhh," gumam nya panjang. Dia lebih mempercepat gerakan jarinya mengucik v****a-ku, aku mendesah dalam ciumannya. "Mmmhh," gumamku. Dia lebih mempercepat lagi sampai berbunyi nyaring v****a-ku benar benar-benar basah, dan "Aaahhhhhhhhhh ahhhhhhh ahhhhhhhhhhhhh," desahku panjang melepas ciumannya. "Mmmmhhhhhhh babbyyyyyy," ucapku, aku o*****e. Benar saja aku mengeluarkan banyak sekali cairan pelumas dari v****a-ku, sangat basah. "Sssshhhhhh," dia menutup matanya dan kembali mengusap bibir v****a-ku ke arah atas dan bawah. Kunikmati itu dan memeluknya. "Ahhhh," desahku sesekali, dia memainkan v****a-ku. "Kokoh syg sama kamu Becca," ucapnya sambil masih memainkan vaginaku. "Becca juga, jgn pernah tinggalin Becca ya," jawabku sedih. "Iyalah. malah kamu! kamu yg ninggalin Kokoh mulu keluar negeri," jawabnya. Akupun tersenyum dan memeluknya, dia memelukku dan mengangkat badanku. Dia mencoba membuatku duduk di pangkuan nya, dan benar, p***s-nya itu masih disana. Dia mengangkat ku dan mendudukkan ku di atas p***s-nya, "Masukkin sayang," pintanya padaku. Dia memutar kursi nya ke arah meja, sehingga aku membelakangi meja duduk dipangkuan nya. Akupun mengangkat sedikit badanku dan mengambil p***s-nya, sedikit menggosok kan ujung p***s-nya ke bibir v****a-ku, "Ahhhhhh, ayo syg," desahnya. Kumasukkan p***s besarnya itu ke liang v****a-ku, ku dorong badanku kebawah agar batang besarnya itu masuk ke dalam liang v****a-ku sepenuhnya, "Ahhhhhhhh," desahku panjang. Aku duduk di atas pangkuannya berhadapan dengan p***s-nya dalam liang v****a-ku, benar-benar sangat intim. Aku mulai menggerakkan badanku turun naik perlahan, "Hhhhhhhhhh sssssh," desahku menutup mata. Dia mencium bibirku, tanganku melingkar di bahunya, ku coba lebih keras lagi menggoyangkan pinggulku ke atas dan kebawah, "Ahhhhhh," dia melepas ciumannya dan mendesah. Dilepasnya kedua tanganku yang melingkar di bahunya dan meletakkannya di atas meja di belakangku. Dia meremas p******a "Hhhhh" desahnya, karena aku masih mengayunkan pinggulku. Secara spontan dia langsung memelukku dengan erat dan, "Sshshhhhhh," desahnya. Dia menumbukkan p***s-nya dengan keras sambil menikmati goyangan pinggulku, kami berdua menggoyahkan pinggul kami bersamaan, dia mencoba mencapai liang v****a-ku yang paling dalam. "Ahhhhhhh syg, harder," ucapku. Dia pun lebih keras lagi dan lebih mempercepat gerakan p***s-nya, dia memegang pinggangku dan menggerakkan nya ke atas dan kebawah sesuai bagaimana dia menggerakkan p***s-nya. "Ahhhh Ahhhhh ahhh babbyyyyy," desahku. Dia lebih kuat lagi menumbuk liang v****a-ku dengan posisi Wrap Around dengan posisi duduk diatas kursi itu. Dia mencium bibirku lagi, menghisap nya, dan memegang menggerakkan pinggangku keatas dan kebawah dengan begiru cepatnya. "Mmmmhhhhh i love you Becca," ucapnya melepas ciumannya dan menatap mataku. Dia menggerakkan penisnya lebih keras lagi menumbuk kan p***s-nya lebih cepat lagi, menatap wajahku dan tanganya memegang pipiku, "Ahhhh ahh," desahku merasakan dia menumbuk G-spot ku dengan keras. Dia melihat ku mendesah dan menumbuk liang v****a-ku dengan lebih kuat lagi dan, "Ahhhhh......Ahhhhhhh.aahhhhh...mmmmhhh," desahnya tersendat. "Mmmmhhhhh, fuckkkkk AHhhh," desahku semakin keras melihatnya mendesah di wajahku. "Aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh," dia mengeluarkan air mata. "Mmmhhhh, mmhhh, babyyyyyyy," desahku manja sekali. Dia berhasil o*****e dan mengeluarkan banyak sekali s****a di dalam liang v****a-ku, aku merasakan kehangatan nya di dalam sana. "Ahhhhhh, Ahhhhh . Hhhhhhh," desahnya menghela nafas begitu keras. Kemudian ia menangis, menutup wajahnya. Aku bingung bagaimana harus menyikapi nya, aku pun memeluknya dengan keadaan seperti itu, ku peluk Koh Warren ku, dia menangis lebih kencang lagi dan memelukku. Kubiarkan dia menangis di bahuku, ku elus kepalanya dan punggungnya. "Udah koh, gpp, sumpah gpp. jgn nangis pleasee," ucapku padanya. Aku tau dia tidak ingin melakukan ini padaku, dan ia membayangkan kalau aku ini adalah istrinya. Dia tidak pernah bersetubuh dengan istrinya itu, dan merasa tidak dianggap, aku mengerti betul perasaannya. "Kokohhh, aku juga syg kokoh koq. Berhenti nangis yaa, Becca jadi sedih juga nihhh," ucapku lagi padanya yang masih menangis di bahuku. Kupeluk dia erat, "Mmmhh, iyadeh," aku membiarkan saja dia mencoba menenangkan dirinya dengan memelukku. Kusandarkan kepalaku di kepalanya juga, dan kami pun berpelukan dengan posisi tidak berubah, aku masih dipangkuan nya dengan p***s-nya yang masih tertancap di liang v****a-ku. Sampai kemudian dia tenang, dia pun melepaskan pelukannya dan kembali menarik kepalaku, mengecup bibirku dengan penuh rasa, menutup matanya dan memegang pipiku. "Becca bisa lepas koq," ucapnya melepas ciuman kami dan menyeka air matanya. "Yaudah, aku lepas ya Koh," jawabku. Akupun berdiri sedikit memegang meja dan melepaskan p***s-nya, aku duduk diatas meja di hadapannya, dengan posisi paha terbuka lebar. Dia melihat ke arah v****a-ku dan menutup handuk kimono ku. Dia menutup badanku dan mengikat tali handuk ku dengan rapi. Aku tersenyum melihat itu, melihat betapa polos dan tulusnya wajahnya ketika mengikat tali handukku. "Wanita bodoh," ucapku dalam hati. Hanya tidak mengerti pada Tante Ramona, kenapa dia tidak bisa mencoba melihat betapa indahnya lelaki ini, bertanggung jawab, tampan, badan kekar, tinggi, kaya raya, ya walaupun sedikit nakal dia pantas untuk dicoba untuk di cintai. "Yaudah, kita makan yuk," ucapnya. "Ayoooo, Becca mau disuapin sm Kokoh," jawabku manja. "Hahaha Biya dehh iyaa, yaudah km turun ayo," kata pamanku itu. Akupun turun, kucium pipinya lembut dan tersenyum. Aku berjalan mencuci tanganku dan kembali duduk disampingnya, kami makan bersama dan pamanku itu menyuapi ku dengan tulus. Kami berdua makan dengan penuh perasaan senang dan bahagia memiliki satu sama lain. Aku kadang-kadang berharap dia ini bukan pamanku agar aku bisa memacarinya, tapi ya sayangnya, kami sedarah. Dan kami tidak perduli soal itu, buktinya kami sudah dua kali bersetubuh. Aku menyayanginya. ? INFORMASI ISTILAH SEKSUAL : Umum : G-Spot : adalah titik rangsang yang bisa ditemukan pada area kemaluan pria atau wanita. Ereksi : Ereksi adalah keadaan p***s yang membesar, mengeras, dan menegang. Kondisi ini terjadi akibat timbulnya perubahan otot, saraf, dan pembuluh darah dalam struktur anatomi p***s. (ngaceng). Orgasme : o*****e adalah puncak reaksi seksual yang diterima, baik oleh pria maupun wanita. o*****e ditandai oleh dua hal. Pertama, secara psikis dirasakan sebagai perasaan nikmat. Kedua, secara fisik ditandai dengan kontraksi seluruh otot tubuh. Sperma : s****a adalah cairan yang mengandung sel-sel reproduksi laki-laki yang berukuran mikroskopis. Cairan ini biasa dimasukkan ke sistem reproduksi wanita selama berhubungan seksual dan bisa membentuk janin (kehamilan) jika berhasil membuahi sel telur wanita. GAYA POSISI DI EPISODE INI : - The Visitor/ Wrap Around = Bayangkan posisi seks di mana Anda bisa saling menatap jauh ke dalam mata saat Anda melakukannya! Posisi Bungkus meminta bae Anda untuk duduk di tempat tidur (atau sofa!) Dengan kaki terentang. Anda duduk di pangkuannya menghadapnya, dan melingkarkan kaki Anda di sekelilingnya. Ini akan membuatnya lebih mudah untuk menghisap p****g Anda (melepaskan hormon ikatan yang membuat Anda merasa lebih dekat dengannya) saat Anda mengontrol ritme dorongan. - French Kiss = adalah ciuman di mana salah satu atau kedua pasangan menyentuh bibir atau lidah pasangannya, dan biasanya masuk ke mulutnya. Ciuman ini lambat, penuh gairah yang biasanya dianggap intim, romantis, erotis atau seksual. EP. SEBELUMNYA - Doggy style = mengarahkan wanita pada posisi merangkak, sementara pasangan pria berlutut dan melakukan penetrasi dari belakang. - Missionary = Missionary adalah posisi di mana Anda (laki-laki) berada di atas sementara pasangan di bawah. Pada keadaan tersebut, Anda akan lebih mudah melihat ke dalam mata pasangan sambil mengontrol rangsangan. - Cow Girl = Sama seperti woman on top (perempuan di atas), posisi ini memungkinkan perempuan berada 'di atas'. Menurut terapis seks Sarah Watson, posisi ini bisa menyenangkan dan mengasyikkan bagi kedua pasangan. Ep. sebelumnya : - b**m adalah aktivitas seksual yang merujuk pada p********n fisik, sadisme dan masokhisme yang dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak. BDSM sendiri merupakan singkatan dari Bondage, Discipline, Sadomasochism. b**m ini adalah kelainan seksual yang bisa dibilang paling kasar dan erotis dibanding dengan kelainan seksual yang lain. Masochisme, yang didefinisikan oleh RUU Ketahanan Keluarga sebagai cara seseorang untuk mendapatkan kepuasan seksual melalui hukuman atau penyiksaan dari lawan jenisnya, mengabaikan dalil persetujuan yang dianut pelaku sadomasokis. Karena tanpa persetujuan, tindakan seksual apapun kepada siapa pun dapat dikategorikan pemerkosaan. - IUD adalah singkatan dari Intrauterine device. Alat ini dapat segera menghindari pembuahan setelah dipasang. Alat IUD berupa potongan plastik atau tembaga berbentuk T yang disematkan di dalam rahim oleh dokter. IUD tembaga dapat mencegah kehamilan selama sekitar 10-12 tahun. Sementara IUD hormonal mampu mencegah kehamilan selama 3-5 tahun, tergantung dari merek apa yang Anda gunakan. Alat ini dapat menjadi kontrasepsi darurat jika dipasang dalam waktu 5 hari setelah berhubungan seks pada masa subur, tanpa kondom. Melansir dari Planned Parenthood, memasang IUD terbukti memiliki tingkat efektivitas yang tinggi hingga 99,9 persen dalam mencegah kehamilan. Cara kerja KB IUD adalah dengan dengan mengubah gerak s****a di dalam tubuh wanita sehingga sulit mencapai sel telur. Meski begitu, sebaiknya cara mencegah kehamilan ini hanya dilakukan oleh wanita yang sudah pernah melahirkan. _____________________________________ Halo Readers, semoga kalian suka sama ceritanya ya. Minta tolong di Follow juga ya kalau suka ^_^ Dalam cerita ini, sebagai informasi author tambahkan pengetahuan/pengertian yang mungkin beberapa Readers gak tau apa artinya atau hanya sekedar bingung dengan istilah seksual yang digunakan di dalam cerita ini. Jadi novel ini juga bisa mengedukasi kalian para pembaca yang mungkin ingin mengembangkan fantasi seksual nya dengan pasangan atau memang hobby membaca steamy story untuk kebutuhan pribadi. Salam! Jangan lupa follow ya! Author bakal terus update. Terimakasih ^_^.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN