Setelah pohon Folmas dikubur, semua murid langsung diminta kembali ke asrama masing-masing. Satu persatu pemakman yang semula ramai pun menjadi sepi, hanya menyisakan beberapa guru saja. Irhea melangkah keluar dari wilayah pemakaman. Pikirannya berkelana entah ke mana sampai tidak sadar pada kehadiran orang lain di belakangnya. Barulah ketika tepukan datang di pundaknya, dia tersentak kaget. “Apa yang kau pikirkan?” tanya Althea yang juga akan kembali ke asrama. “Bukan apa-apa.” Irhea menggeleng pelan. Dia tidak akan mengatakan apa-apa tentang pikirannya pada Althea, sebuah rahasia. Althea pun hanya menaikkan bahunya. “Ini hanya kematian pohon yang bahkan semua orang tidak tahu fungsinya. Aku tidak tahu kenapa Kepala Akademu begitu menghargainya. Bahkan dia sampai mengundang kita semu

