Derik mengecup pipi dan bibir Adel di ambang pintu. Derik hendak berangkat kerja. Tak lupa Adel membalasnya. "Hari ini aku mau ke Tenggarong. Mungkin pulang malam. Kamu tidur saja dulu." Adel mengangguk. Lambaian tangan membuat jarak keduanya semakin jauh. Derik masuk ke dalam mobil dan siap berangkat. Sementara Adel masuk rumah lagi. Menuju meja makan guna menghabiskan roti selai yang sisa setengah. "Vin, udahan sarapannya?" Viona yang baru menaruh piring ke cucian. Karena terbiasa melakukan hal tersebut, Viona jadi tak enak meninggalkan piring kotor di meja makan begitu saja. Maka dari itu lekas ia membawa piring ke dapur. Di sana sudah ada Nenek yang mencuci sisa memasak. "Udah, Kak." Adel mengernyit. "Tumben." Viona hanya tertawa. "Kan tadi aku makan duluan, Kak. Jadi ya sele

