Adel girang, karena baru pertama kali ia menikmati malam yang ia inginkan sejak lama. Setelah makan pentol bakar, ia diajak Viona mengambil foto di depan kapal patroli yang hendak berkeliling. Kemudian mengambil beberapa foto dengan lampion berbentuk hewan, ikonik Tepian, juga patung ikan pesut yang berada di kolam air mancur. Lelah berkeliling, Viona mengajak Adel membeli jagung bakar. Adel memesan m**i, sementara Viona memesan yang pedas. Keduanya asyik menikmatinya di pinggir jalan menghadap kantor Gubernur. Tepat di depannya adalah jalan raya yang sedang macet-macetnya. Suara bising tak membuat Adel risih. Ia senang. "Habis ini mau ke mana? Udah jam sembilan. Mas Derik apa nggak marah kita pulang malem?" Viona setengah berteriak menyuarakan kekhawatirannya. Adel menggeleng. "Nggak p

