Dua Puluh | Sedang Berdua

1016 Kata

Acara syukuran sudah selesai sebelum magrib datang. Sebagai mantan pekerja di warung tersebut, tak enak rasanya jika Viona langsung pulang. Ia pun ikut beres-beres dan sambil temu kangen dengan teman-teman lain. "Pulang loh nggak papa, Vin?" Agus tak enak melihat Viona malah ikut repot. "Ntar suami kamu nyariin gimana?" Viona yang sedang mengangkat tumpukan piring untuk dinawanya ke belakang pun hanya menggeleng. "Nggak papa. Pengen lama di sini. Lagian aku udah izin pulang malem. Emang kamu nggak kau ketemu aku ya?" goda Viona. Agus menggeleng. "Ya mau lah. Kita udah lama nggak ketemu. Ngomong-ngomong, gimana rasanya digenjot suami? Enak nggak?" Agus yang memang dasarnya kepo ples tukang rumpi pun penasaran. Waktu Viona mengabari dirinya bertanya soal pertama kali melakukan apakah te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN