Viona menggeliat. Ia bangun sambil garuk-garuk kepala. Menguap lalu menepuk mulutnya dengan telapak tangan. Dilihatnya TV sudah mati. Sepertinya Nenek yang mematikan. Sama seperti sebelumnya. Melihat jam, sudah sore rupanya. Sudah dua jam lebih ia tidur. Bangun, ia menuju dapur. Ada Nenek di sana sedang berjalan menuju tempat baju kering. Nenek hendak setrika. "Nek?" Nenek menoleh. "Eh, udah bangun." Viona tersenyum. Ia ambil minum dan meneguknya hingga tandas. "Iya, udah, Nek." "Nenek mau ngapain?" "Ambil cucian kering dan mau setrika. Spreinya Nenek setrika sekalian ya. Tadi sudah cuci sendiri. Biar Nenek yang setrikakan." Mendengar kata sprei, membuat pipi Viona merona. Ia menutupinya dengan memalingkan wajah agar Nenek tak melihatnya. "Iya. Maaf ya, Nek jadi ngerepoti. Kalau gi

