Sembilan | Perkedel Kentang

1018 Kata
Derik segera mengenakan kaus, kala Viona memergokinya tanpa baju. Ia tadi kehujanan, kemeja basah saat berlari ke teras rumah. Naik ke kamar butuh waktu. Lebih baik ke belakang saja. "Kamu lihat apa." Viona gelagapan dibuatnya. Sungguh, ia hanya bisa menelan ludah karena terpana dengan lekukan tubuh suaminya yang terpampang indah dan nyata di depannya. "Ah, maaf, Mas. Anu ... nggak sengaja." Viona buru-buru balik badan meuju dapur. Ia ingat sedang menggoreng perkedel. Lekas ia menuju depan kompor. Diambilnya sutil dan membalik perkedel yang ia buat hasil memaksa Nenek agar melimpahkan pekerjaan membuat perkedel padanya saja kala Derik meminta Nenek lewat telepon. Kata Nenek kemarin, Derik suka dengan perkedel buatan Viona. Merasa sedikit tersanjung, makanya Viona bersi keras untuk membuatkan Derik perkedel lagi. Padahal resep perkedel Viona biasa-biasa saka. Kentang dikupas, lalu dicuci bersih. Kemudian Viona akan memotongnya menjadi beberapa bagian agak tipis tapi tak samapi setipis kripik. Ia goreng sampai setengah matang tak perlu terlalu kering karena nanti malah gosong dan susah dihaluskan dengan cobek. Begitu diangkat, biarkan minyaknya kering. Dihaluskan dengan ulekan. Sampai halus dan ditaruh di dalam mangkok sampai kentang tadi habis. Sisihkan. Bumbu yang disiapkan hanya bawang putih, garam dan merica. Dihaluskan dengab cobek, lalu campurkan pada kentang yang sudah dihaluskan tadi. Tambah gula dan penyedap sesuai selera dan bila suka. Sudah rata, ambil dua batang sampai daun seledri. Iris tipis seperti untuk taburan soto ayam atau bubur ayam biasanya. Campurkan irisan daun seledri ke dalam adonan kentang yang sudah dibumbui. Campur lagi. Lebih enak pakai tangan seperti menguleni adonan roti. Sampai semua tercampur, tinggal bentuk bulat atau lonjong. Viona membentuk bulat pipih. Kalau Nenek, biasanya membuat dengan bulat bundar. Agak susah digoreng jika minyaknya tidak manyak. Beda dengan bentuk bulat pipih milik Viona. Biar dimasak di teflon dan minyaknya sedikit, tetap aman. Begitu bulatan siap, di sisi main pecahkan satu telur. Kocok lepas, tambahkan sedikit saja air agar tak begitu kental. Lalu panaskan minya di penggorengan. Bulatan pipih kentang tadi dicelupkan ke telur yang sudah dikocok. Setelah dicelup, goreng kentang-kentang tersebut ke dalam minyak panas. Tunggu sampai agak kecoklatan, balik. Setelah dilihat kecoklatan, perkedel bisa diangkat dan segera dinikmati. * Menjadi istri kedua layaknya ia malah lebih tepatnya sebagai asisten rumah tangga tidak begitu dianggap oleh Dark dan kesehariannya hanya membantu nenek mengurusi rumah Tapi selama Viona bisa menjalani hari-harinya dengan baik dan bisa membayar hutang ayahnya Ia pun mencoba rela melakukan semua ini. Toh menjadi asisten rumah tangga tidak seburuk itu ia bisa memiliki banyak pengalaman untuk urusan rumah. Ya harus baik-baik pada pemilik Rumah ini baik pada suaminya juga baik pada istri pertama suaminya Fiona sadar betul bagaimana posisinya di rumah ini hanya istri kedua jika dalam sinetron ia sudah dianggap sebagai pelakor yang mana Pasti dihujat oleh orang kebanyakan ketimbang dielu-elukan meskipun pada kenyataannya ia tidak merebut Derik dari Adele karena perempuan itu sendiri yang menawarkan suaminya untuk menikah dengan Viona jadi dalam pernikahan ini tidak bisa dibenarkan bahwa dirinya sebagai pelakor ia sangat menghormati orang di rumah ini. Untung saja ada nenek. Ya setidaknya ada orang untuk diajaknya mengobrol dan berbagi suka duka karena jika dia mengobrol dengan diriku pun pastinya tidak ditanggapi apalagi mengobrol dengan Viona yang hanya butuh dirinya di saat-saat tertentu sudah mirip sebagai asisten rumah tangga lah kalau menurut Viona. Seperti saat ini makan malam yang dilakukan oleh keluarga tersebut Adel dan Derik duduk di meja pertandingan sementara Viona masih sibuk di dapur bersama nenek meskipun nenek sudah melarang agar dirinya saja yang mengerjakan pekerjaan rumah sementara Viona duduk bersama makan bertiga dengan Derik juga Adel bagaimanapun juga Fiona adalah bagian dalam hubungan pernikahan dengan teknik sudah pasti dan lebih layak jika dianggap sebagai tuan rumah juga Nyonya di rumah ini dan tidak sepatutnya ikut repot di dapur apalagi masakan untuk makanan malam ini pun juga lebih banyak dikerjakan oleh eh Fiona nenek hanya membantu sekadarnya saja. * Derik membaca beberapa laporan lewat ponselnya. Secangkir kopi dan sepiring perkedel kentang menemani. Perihal demo dan peraturan baru Omnibus Law memang menjadi topik hangat belakangan ini. Maka dari itu tak ketinggalam mengikuti berita tersebut. Salah satu judul portal berita menarik Derik untuk membacanya. Ia ingin tahu kelanjutan peraturan tersebut. Apakah demo gencar-gencaran kapan hari mampu membuat petinggi merubah peraturan atau setidaknya merevisi. Viona hampir saja tertidur saat melihat televisi malam. Ia melihat Derik di sofa ruang tengah rupanya juga tertidur. Ponsel masih dalam genggaman. Kepala laki-laki itu tergeletak di punggung sofa. Viona bergerak menghampiri. Ia tak tega melihat suaminya terkapar sendirian. Pasti badannya akan sakit semua. Sekarang hujan mulai turun lagi. Dingin melanda. Viona yakin Derik akan masuk angin jika lama-lama dibiarkan di ruang tengah yang memang rumah tersebut dilengkapi pendingin udara. Meskipun dari bersikap dingin padanya dan enggan mengakuinya sebagai istri mungkin lebih tepatnya dalam ucapan secara jelas namun dalam surat memang Viona adalah istri dari hanya saja perlakuan dari kemarin saja dingin namun tetap saja tidak bisa melepaskan begitu saja dalam hal perhatian pada sang suami Iya tahu dari kata kerja keras dan tidak ingin jika diri kepala sakit karena kelalaiannya. Hanya mengenakan kaus dan celana saja. Tanpa selimut. Sudah pasti Derik akan kedinginan sepanjang malam. Viona menepuk pundak Derik. "Mas, bangun." Ditepuknya lagi. Derik bergerak sedikit. Tapi masih belum bangun. Viona kembali menepuk. "Mas, bangun. Pindah ke kamar." Derik hanya bergerak sedikit. Lalu tanpa diduga, ia memegang tangan Viona yang masih ada di pundaknya. Menarik hingga tubuh Viona ambruk menimpa Derik di bawahnya. Tanpa diduga, wajah keduanya saling berdekatan. Derik yang masih memejam dan Viona yang membelalak terkejut. Tarikan itu berlanjut, namun kini ganti pundak Viona hingga bibir keduanya menyatu. Dengan cepat Derik melahap bibir di hadapannya. Melumat, memberi isapan hingga desahan seseorang keluar tanpa sadar yang mengakibatkan lidah Derik bisa masuk leluasa. Viona sungguh terkejut dengan perlakuan dari yang tiba-tiba Iya yang tidak siap hanya bisa diam dan pasrah bagaimanapun juga Derik adalah suaminya dan ia berhak atas dirinya. Maka dari itu Viona hanya diam tanpa melawan menunggu. Apa yang dilakukan dan mencoba menikmati apa yang Derik lakukan padanya diiringi debar jantung yang menggila berdekatan langsung dengan suaminya begitu intim. Meski Viona tahu mungkin saja Derik terpengaruh ilusi karena rasa kantuk yang menyerangnya. __________
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN