Nilam masuk ke dalam kamar, kemudian melangkah ke samping kanan ranjang tidur anaknya. Duduk di tepi ranjang, kemudian mengusap pelan dahi Aurora. Terasa panas, kemudian mengambil sebuah alat untuk mengecek suhu tubuh. Dia terkejut ketika melihat suhu berada di 38,2 derajat celcius. Nilam lantas memanggil suaminya yang sedang meneguk kopi di pagi itu. Masih dengan sikap sopan, Nilam tidak hanya berteriak dari lantai dua, tetapi dia mendekat ke ruang makan. “Ya sudah, ayo ke atas.” Pria itu terlihat setengah berlari, dia merasa cemas dengan kondisi Aurora yang mencapai suhu setinggi itu. Membuka pintu, kemudian menarik selimut Aurora. Menyingkirkannya, kemudian mengajak anaknya untuk pergi ke dokter. Akan tetapi, gadis itu masih tidak ingin untuk pergi. Alasannya begitu sederhana, bahkan

