“Ya, lo pikir gue babu?” katanya sembari mengambil mangkuk di rak untuk menuangkan sambal yang sudah ia masak dengan api kecil. Kemudian, melangkah untuk mencuci piring-piring yang kotor. “Lo enak-enakan makan lagi, dahlah capek.” Jasmin pura-pura mengambek kepada Aurora. “Tapi, emang sambal buatan lo ini mantul, sih. Mantap betul!” Aurora membawa mangkuk sambal dan baskon berisi cilok itu ke atas. Dia ingin menikmati makanan itu di balkon sembari menikmati suasana yang ada di luar rumah. Kemudian, dia kembali lagi ke dapur untuk membuat minuman, yaitu jus jeruk. Lima menit kemudian, mereka sudah berada di balkon dengan pakaian yang sama. Bedanya, kini pakaian mereka sama-sama kotor akibat tepung yang menempel. Akan tetapi, hal itu tidak menjadikan masalah, sebab terbayarkan dengan hasil

