“ Sakha, kamu udah mau jalan?” tanya Ines melalui panggilan telepon yang langsung dijawabnya pada dering kedua. “ Ini baru mau jalan. Kenapa? Udah kangen?” goda Sakha yang tidak tahu jika Ines sedang tidak enak badan. “ Aku khawatir aja. Soalnya kamu nggak ada kabar. Ya udah, kamu hati- hati. Maaf ya kalau aku ganggu.” “ Nggak ganggu lah… Masa iya kamu ganggu. Kamu lagi ngapain? Udah selesai kerja?” “ Ng… Iya… Ini mau siap- siap pulang juga.” “ Aku suruh supir jemput kamu ya. Susulin aku ke bandara. Sebentar aja…” “ Aku… Aku nggak bisa. Aku mau ketemu costumer.” jawab Ines dengan menyembunyikan jika ia akan ke dokter. Kebetulan ia ingin mendaftarkan Bibi untuk terapi esok harinya. “ Oh… Ya udah. Kalau butuh sesuatu, kabarin aku ya…” “ Iya… Kamu hati- hati. Kalau nggak sibuk dan kam

