“ Ibu titip salam buat kamu.” ucap Ines ketika Sakha baru saja masuk ke kamar mereka setelah mengobrol dengan kawan- kawannya di kafe hotel. “ Oh ya? Aku tadi sore juga udah video call Bibi. Kayaknya makin gemuk deh, Nes.” Ines tersenyum dan mengangguk setuju. “ Tadi Jasmine nyariin kamu. Katanya mau jalan- jalan sekalian ke club.” “ Iya. Tadi dia telepon. Cuma aku lagi malas. Kalau aku ikut, aku pasti belum pulang.” ujar Ines sambil melirik jam di ponselnya yang sudah menunjukkan jam 11. 30 malam. “ Lagian… Emang kamu bolehin aku pergi ke club?” Sakha yang sedang melepaskan jam tangannya kemudian menoleh pada Ines dan mengangguk perlahan. “ Boleh dong… Tapi harus sama aku. Kalau nggak sama aku ya nggak boleh. Soalnya disana ada banyak cowok- cowok genit.” “ Termasuk kamu salah sat

