“ Maaf ya soal tadi.” ucap Sakha tiba- tiba ketika mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah Ines dan telah mengisi perut mereka dengan seporsi sate yang gerobaknya mereka temui di emperan toko. “ Soal yang mana?” tanya Ines dengan heran. “ Aku nggak bermaksud menghina pekerjaan kamu. Hanya aja… Aku dulunya orang yang juga adalah makhluk nocturnal. Dan aku tentu pernah mengenal salah satu orang dengan profesi yang sama seperti kamu. Hanya saja, aku nggak mau mereka menyamakan kamu dengan orang lain yang punya niat lain. Ngerti nggak maksud aku. Aku juga bukan bermaksud menilai orang lain tapi aku—-“ “ Aku ngerti, Sakha… Aku udah cukup dewasa untuk tahu maksud kamu. Dan aku nggak tersinggung.” “ Syukurlah… Aku bukan bermaksud untuk jadi posesif sama kamu. Sedikit sih mungkin… Tapi aku

