“ Kok kamu bisa ada disini?” tanya Ines. “ Kamu nggak suka aku ada disini?” “ Ya bukan gitu sih… Kan kamu lagi sibuk dan tadi kamu bilang ada meeting.” “ Udah selesai. Lagian akhir- akhir ini kita jarang ngobrol. Aku takut kelewat sesuatu yang penting.” “ Yakin ini nggak mengganggu kesibukan kamu?” “ Nes, meskipun ini hanya formalitas buat kamu, tapi di mata orang lain ini tetap pernikahan. Akupun gitu. Lagian ini pernikahan pertama aku, ini pasti akan diingat semua orang.” “ Aku juga nggak tahu kenapa dengan kepala aku sampai aku jadikan pernikahan sebagai bahan permainan. Dan maaf aku nggak bisa seantusias kamu karena mungkin seharusnya bukan aku yang kamu nikahi.” ucap Ines dengan ketus dan langsung meninggalkan Sakha untuk memasuki ruang ganti. “ Hei… Nes… Bukan gitu maksud aku

