“ Sakha, apa kamu yakin mau menikah sama perempuan itu? Aku akan usahakan wasiat papa nggak jatuh ke tangan orang lain kalau hanya itu niat kamu menikah buru- buru gini. Ini masih bisa kita bicarakan, Sakha.” ucap Sonya yang mendatangi Sakha ke kantornya. “ Kak Sonya ini lucu banget. Kemarin maksa- maksa untuk menikah secepatnya. Sampai minta Adam ikut campur. Dan sekarang, saat hari pernikahan makin dekat, malah bilang kalau semua masih bisa dibicarakan. Gimana sih?” canda Sakha sambil menghempaskan tubuhnya untuk duduk tepat di samping Sonya. “ Iya, tapi kamu nggak seputus asa itu kan sampai menikahi perempuan seperti Ines. Dia sudah menjanda dua kali, punya anak pula, keluarganya juga nggak jelas darimana. Masa iya dia yang jadi istri kamu!” “ Lho emang kenapa? Emang ada kualifikasi

