After Party

1840 Kata

Aku tersenyum ketika melihat Ines nampak sibuk menemani putri kami berenang di kolam renang hotel mewah tempat kami menginap. Sesekali ia tertawa ketika Bibi menyirami wajahnya dengan air hingga membuatnya sedikit kebasahan. Marah? Tentu saja tidak. Istriku ini tidak pernah terlihat benar- benar marah sepanjang aku mengenalnya beberapa minggu belakangan. Waktu yang cukup singkat untuk bisa mengenalnya dan yakin jika ia adalah seorang wanita yang baik. Bibi kini menoleh kepadaku dan mengajakku main namun aku mengisyaratkannya untuk menunggu karena aku masih ingin menghabiskan sarapanku. Sungguh, ini adalah salah satu pagi terbaikku selama aku hidup. Tentu saja kejadian di Bali bersama Ines juga termasuk dalam salah satu list ku. Apalagi pagi tadi kami benar- benae seperti satu keluarga ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN