Joana melemparkan tas miliknya ke atas tempat tidur dan mengacak seluruh kamarnya dengan penuh amarah. Ia sudah sampai bertindak sejauh itu namun semua belum bisa membuat ia bisa kembali bersama Sakha. Jangankan mendapatkannya, menciumnya saja ia masih belum bisa. Dan sekarang, ia semakin frustasi membayangkan Ines dan Sakha bermesaraan dan seolah tidak memperdulikan apapun lagi selain mereka berdua. “ Tunggu aja kamu, Ines… Tunggu sampai Sakha sendiri yang akan melepaskan kamu. Aku yakin suatu hari nanti, Sakha akan sadar akan kesalahannya menikahi kamu!” ucap Joana dengan geram. “ Aaaarrrgghhh!!!” Joana kemudian menelepon Sonya tanpa memikirkan waktu yang sudah menunjukkan dini hari dan itu sama sekali tidak membuat Joana gentar atau sungkan sama sekali. Hingga pada panggilannya yang

