Hari itu kelompok yang di pimpin Astaka pergi ke tempat yang di janjikan yaitu sebuah kastil kecil yang berada di pusat desa.
Di depan gerbang masuk kastil.
"Apakah kau yakin ingin melakukan ini?" Tanya Astra kepada Taka.
"Jika ia normal mungkin aku tidak ada disini" Jawab Danan yang berada di samping kiri Taka.
Posisi mereka: Danan Kiri, Taka Tengah, Astra Kanan.
Dari arah kastil berteriaklah seorang pria.
"Orang-orang bodoh seperti kalian haruslah mati agar menjadi contoh" Teriak orang itu.
"Bawakan padaku orang itu" lanjutnya sambil menyuruh orang di sebelahnya.
Tak lama kemudian orang itu kembali dan membawa seorang pria tua dengan wajah ditutupi kain hitam, kemudian orang itu membuka kan kainnya.
"Kakek!!!" Teriak Astra sambil berlari yang kemudian di susul Taka.
"Ah s****n kenapa aku harus bersama orang bodoh" Keluh Danan.
Sembari berlari mereka berdua terus melawan musuh yang coba menghalangi sedangkan Danan terus menembaki musuh dari belakang.
"Itu adalah panah terakhirmu jika kau berani maka kau akan berpindah alam". Ucap wanita yang berada di belakang Danan.
Wanita itu menodongkan panah ke arah Danan.
"Tak kusangka aku bertemu dengan orang yang pernah bergabung di kelompok Cakra" Sambung wanita itu.
Sekilas tentang kelompok Cakra: kelompok Cakra adalah sebuah kelompok buronan yang dimana berisikan 9 orang dan terbagi menjadi 3 tim yang berisikan 3 orang.
"Nampaknya kau tahu banyak perihal itu" Jawab Danan sambil menaruh kembali anak panah ke tempatnya.
"Aku akan menyusul kalian berdua cepatlah kalian masuk biar aku yang melawan wanita ini" Teriak Danan kepada Taka dan Astra.
Kemudian Astra mengacaukan tangan kirinya pada Danan.
Danan Vs Wanita
"Jika aku bisa membawa kepalamu kepada pemerintah, Maka aku akan mendapatkan bayaran yang besar" Ucap wanita itu dengan nada serius.
"Kau terlalu banyak omong" Ucap Danan sambil melemparkan bom asap ke tanah yang membuat asap di sekitar tempat itu.
Danan lalu menjauh dari tempat itu namun tanpa di duga rentetan anak panah melesat ke arahnya dari balik asap tersebut.
"Nampaknya kau begitu lambat" Teriak wanita itu dari balik asap.
"s****n jika aku terus disini aku tidak akan bisa membantu Taka" Ucap Danan dalam hati.
"Ingatlah namaku ini yaitu Asmi" Teriak wanita itu sambil terus memanah ke segala arah.
Danan pun meloncat ke atas gerbang kastil disana ia membaca sebuah ajian pemanggil.
"Panah Tingkat 6 keluarlah" teriak Danan yang di barengin dengan munculnya sebuah panah dari lantai di hadapannya.
ia kemudian memanah ke arah Asmi namun sengaja tidak mengenainya.
Asmi yang terkejut langsung terjatuh tak bisa bergerak karena saking cepatnya anak panah tadi asap pun menghilang dari tempat itu dan terlihat jelas Danan diatas gerbang kastil.
Danan lalu meloncat ke arah Asmi sesampainya di hadapan Asmi ia mengulurkan tangannya.
"Hari ini bukanlah hari kematianmu, Ku harap kita bertemu lagi di dalam satu pasukan" Ucap Danan sambil mengulurkan tangan kanannya.
"Pergilah kau karena tempat ini akan menjadi medan pertempuran hari ini" Lanjut Danan sambil memerintahkan Asmi pergi.
Setelah dari tempat itu Danan pun menyusul Taka dan Astra ke dalam kastil tersebut.
-suara pintu yang di dobrak-
Di ujung ruangan terdapat seorang yang duduk di singgasana nya.
"Dia adalah Aswa" Ucap Astra kepada Taka.
"Ayo mari kita akhiri pertempuran ini" Jawab Taka yang kemudian berlari ke arah Aswa.
Namun tanpa di duga muncul dua orang yang menyerang mereka.
-suara pedang yang beradu-
Taka menahannya dengan menggunakan pedang yang ia bawa begitupula dengan Astra yang menahannya dengan trisula yang ia bawa.
"Tak kusangka tikus ini kembali dengan membawa temannya" Ucap orang yang berhadapan dengan Astra.
"Kau betul AZ, Ia sekarang membawa tikus lainnya" Jawab Pria yang berhadapan dengan Taka.
Taka lalu menendang pria itu namun ia berhasil menghindarinya dengan melompat ke belakang.
"Lumayan juga kau bung" Ucap pria itu.
"ZA apakah kau baik-baik saja" Ucap AZ yang kemudian melompat ke belakang juga (mendekat ke ZA).
"Taka, mereka adalah AZ dan ZA dua bawahan terkuat kelompok ini. Kita harus mengalahkan mereka terlebih dahulu jika kita ingin mengalahkan Aswa" Ucap Astra pada Taka.
"Lalu mengapa, Apakah kau takut?" Ucap Taka kepada Astra.
"Ayo kita lawan" Teriak Taka yang berlari ke ZA.
"Aku lupa kau adalah orang bodoh yang tidak pernah menganggap ucapan orang lain" Ucap Astra yang kemudian berlari mengejar Taka.
Ketika mereka bertarung tiba-tiba sebuah anak panah melesat ke arah Aswa namun Aswa berhasil menghindarinya.
"Tak kusangka rumor tentang lolosnya engkau itu benar" Ucap Aswa setelah berhasil menghindari anak panah itu.
Dari pintu nampak Danan sedang berdiri sambil memegang s*****a panahnya.
"Sayang sekali kehebatanmu kau sia-sia kan" Lanjut Aswa yang kemudian pergi dari ruangan itu.
"Taka kejarlah dia biarkan aku yang mengurus orang yang melawanmu" Ucap Danan.
Taka lalu memojokkan ZA lalu ia pergi untuk mengejar Aswa.
"Baiklah kau adalah lawanku sekarang" Ucap Danan Pada ZA sambil melepaskan tali pada Panahnya.
ZA hanya tertawa karena yang ia tahu bahwa Danan adalah orang yang hebat dalam pertarungan jarak jauh.
Ketika Taka hendak mengejarnya (Aswa) ternyata Aswa sudah kembali ke tempat itu dan membawa seorang kakek-kakek.
"Lihatlah Astra apa yang ku bawa ini" Ucap Aswa kepada Astra yang sedang bertarung melawan AZ.
Kemudian Astra menoleh sebentar ketika menahan serangan AZ namun itu adalah sebuah celah yang digunakan AZ untuk menyerang Astra.
Alhasil tangan sebelah kiri Astra terkena pedang AZ
Ketika ia terjatuh Taka dengan sigap menggantikan posisi ia bertarung dengan AZ.
Dilain sisi Danan terus bertarung melawan ZA dengan kekuatan yang hampir sama.
"Ternyata Mantan anggota Cakra memang hebat itu bukanlah bohong" Ucap ZA yang sedikit kewalahan menahan serangan Danan.
"Diam. Saat ini aku bukanlah bagian dari Kelompok Terlarang itu" Jawab Danan dengan wajah kesal sembari terus memojokkan ZA.
Sedangkan itu Aswa berteriak pada Astra yang hendak berdiri setelah terluka.
"Ini adalah hari terakhirmu melihat kakekmu" Ucap Aswa sambil mengeluarkan sebuah pistol yang ia arahkan kepada kakek Astra.
Astra langsung berlari ke arah mereka berdua.
"Ada kata-kata terakhir?" Lanjut Aswa.
"Astra tidak usah kau pedulikan kakek nak, temukan impianmu nak pergilah bersama mereka" Ucap kakek Astra yang kemudian di tembak mati.
Pada saat melihat hal itu Astra hanya terdiam terpaku tidak bisa bergerak seolah tidak mempercayai apa yang ia lihat di hadapannya.
Selang beberapa saat Astra berubah menjadi Manusia berwujud Harimau.
AZ dan ZA langsung mundur kedekat Aswa.
"Tak kusangka ternyata kau adalah salah satu Manusia Harimau, Ku harap kau adalah keturunan Asli" Ucap Aswa sambil bertepuk tangan dan kemudian berjalan ke arah Astra.
"Taka apakah kau hanya diam? Ayo kita mundur menjauh" Ucap Danan yang mengajak Taka.
"Tidak Danan ini adalah kejadian langka bagiku" Jawab Taka.
Namun kemudian Danan memegang tangan kiri Taka dan membawanya menjauh sedikit.
"Apakah kau tahu Taka? Manusia Harimau adalah apabila tidak bisa mengontrol kekuatannya ia tidak akan pandang bulu baik itu musuh atau teman akan menjadi lawannya. Makannya itu kita harus sedikit menjauh" Terang Danan sambil terus menarik tangan kiri Taka.
"Baiklah aku akan mengikuti perintahmu" Jawab Taka dengan Wajah sedikit kesal.
Kisah manusia Harimau
Dahulu kala ada seorang Petapa yang merupakan keturunan salah seorang ksatria sakti dari daratan sunda.
Ia memilih pergi ke Pulau Sumatra untuk mencari kedamaian hingga sampailah ia di sebuah GOA di sebelah Barat Sumatra.
Di sana ia kemudian bertapa dan hingga pada suatu hari ada seekor Siluman Harimau yang mendatanginya lalu menawarinya kekuatan yang hebat namun kekuatan itu hanya bisa di gunakan untuk kebaikan.
Namun Lambat laun Ilmu Harimau mulai di persalah gunakan.
Hingga muncul 2 aliran yaitu: Harimau Cahaya dan Harimau Kegelapan.
Kembali ke pertarungan Astra dan Aswa.
"Bos apakah kau yakin akan mengalahkannya?" Ucap ZA kepada Aswa.
"Tenang aku tahu kelemahan Manusia Harimau" Jawab Aswa dengan penuh percaya diri.
"Silahkan maju" Ucap Aswa sambil menggerakan tangan kanannya.
Astra langsung berlari ke arah Aswa.
Pukulan pertama hampir mengenai Aswa namun ia berhasil menghindarinya lalu Aswa membalasnya dan berhasil membuat Astra terjatuh.
"Nampak dari cara bertarungnya ia belum bisa menguasai ilmu ini, ini kesempatanku untuk mengalahkannya" Ucap Aswa dalam hati.
Aswa lalu menyerang dan memukul Astra.
"Deep Fist" jurus yang diucapkan Aswa ketika ia memukul Astra.
Astra langsung terlempar ke arah tembok dan membuat tembok itu berlubang.
"Hah bagaimana mungkin ia sehebat itu" Ucap Taka dengan wajah kaget.
Tiba-tiba AZ dan ZA mendatangi Taka serta Danan.
"Taka awas" Ucap Danan kepad Taka.
"Hendak apa kalian kemari?" Tanya Taka pada AZ dan ZA.
"Kuharapkan kita bekerja sama untuk menghentikan bosku" Ucap AZ.
"Itu bukan urusanku" Jawab Danan.
Setelah mendengar jawaban Danan itu ZA langsung ingin memukul Danan nanum ZA di halangi AZ.
"Tenang Kak" Ucap AZ sambil memegang tangan ZA.
"Bagaimana aku bisa tenang? Sedangkan bos sedang bertarung mati-matian disana" Jawab ZA.
"Aku ingin menyampaikan sebuah hal kepada kalian berdua" Ucap AZ pada Taka dan Danan.
"Apa itu?" Jawab Danan.
"Aswa adalah salah orang yang melakukan pemujaan siluman yaitu siluman biawak, Ketika ia berubah wujud kekuatannya akan tidak terkontrol" Ucap AZ.
Mendengar hal itu tersebit dalam pikiran Danan untuk segera mengambil jasad kakek Astra dikarenakan ia takut kastil itu runtuh.
"Sebaiknya kita menjauh tapi tunggu dulu aku akan mengambil jasad kakek Astra" Ucap Danan yang berlari ke arah jasad itu.
Setelah membawa jasad tersebut mereka bereempat pun semakin menjauh dari lokasi pertarungan itu.
Dari arah lokasi Astra terlempar kemudian melompatlah Astra dalam bentuk Harimau ke arah Aswa.
Ia terus menyerang Aswa secara membabi buta yang membuat Aswa terpojok dan melukainya.