"Kau tau kak Christ? Peluru ini aku buat khusu untuk para vampir yang membangkang atau pengkhianata. Sekali peluru ini menembus ketubuhmu, maka tubuhmu langsung menjadi debu," kata Diana menjelaskan. Christ tidak peduli, ia hanya perlu menghindari peluru itu dan merebut Argos dari Diana. Lalu membunuhnya seperti Argos membunuh ibu dan bibinya. Diana terus maju sambil menembaki pohon, tempat persembunyian Christ. Pemuda vampir itu mencari cara agar terbebas dari peluru mematikan itu. Ia melihat ke sekelilingnya, rasanya terlalu berbahaya bila ia berpindah tempat saat adik perempuannya itu tak henti-hentinya menembakkan senjatanya. Lalu ia pun mendongak keatas. Christ tersenyum senang, ia kemudian bangun dan memulai menaiki pohon besar itu. Suara tembakan dari senjata Diana terdengar sanga

