Bab 119 - Akasia Village 3

1117 Kata

Odeng sedang melamun saat adik kecil mengetuk pintu mobil. Milko mengatakan Kakak senyum membutuhkan bantuannya. Mage muda itu mengerjapkan matanya bingung. Dia sudah katakan pada Tuan Guardian kalau dia tidak mengerti ilmu pengobatan. "Ikut saja dulu. Kalau dia bilang butuh bantuan berarti memang butuh bantuan." kata Tuan Hunter. Odeng mengangguk kecil. Dia turun dari mobil dan mengikuti Milko menuju sebuah kamar. Semua orang berkumpul di sana dengan seorang pria tua terbaring di tempat tidur. Tuan Guardian segera mendekatinya begitu melihatnya masuk. "Tuan Odeng, apa Anda mempelajari malediction?" Odeng menatapnya lama. Malediction adalah kata lain untuk kutukan. Tentu dia mempelajarinya karena perguruannya terkenal ahli dalam menangkal kutukan. "Mn." "Seberapa advanced?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN