Perkataan Tuan Hunter membuat semua orang menatap ke arahnya. Terutama Bapak pemilik bengkel. Masih ada harapan katanya. Apakah masih ada harapan kalau adiknya akan hidup lebih lama? Tuan Hunter mendekati bapak yang sakit. Dia membuka pakaian atas memperlihatkan tubuh yang kurus. Saking kurusnya hanya tinggal kulit dan tulang. Tuan Hunter mengeluarkan kuas dan menuliskan sebuah simbol di antara tulang selangka. Simbol kecil yang mirip petir. Baru beberapa saat simbol itu diaktifkan, kilat biru kecil menyambar. "Tadi itu apa?" Bapak pemilik bengkel takut dan panik melihat ada listrik yang keluar dari tubuh saudaranya. Pikirannya menjadi negatif khawatir adiknya memiliki kutukan lain di tubuhnya. "Saudara Anda memiliki jimat." Leonio berbicara dengan pelan. Tapi suaranya terdengar jelas

