Namanya Mhariska, gadis remaja yang belum menginjak usia dua puluh tahun. Di kalangan tetangga ia dikenal sebagai gadis rajin yang sangat berbakti pada Ayahnya, tidak ada tetangga yang tidak mengenal Mhari. Para tetangga terkadang iba melihatnya harus bekerja begitu keras sendirian untuk mencukupi segala kebutuhan, tetapi apa mau dikata, mereka hanya bisa merasa iba dan membantu sesekali. Tidak ada dari mereka yang dapat membantu Mhari secara nyata dan besar, kadang kala para tetangga memberikan Mhari sisa kayu untuk dibakar sehingga Mhari tidak perlu lagi harus pergi ke hutan mencari kayu-kayu itu. Terutama saat cuaca sedang buruk dan terkadang hujan salju bisa jadi sangat parah dan tidak dapat dikendalikan. Semua jalanan tertutup salju, licin dan sangat berbahaya. Perjalanan ke hutan yan

