Suara batuk terdengar hingga ke seluruh sudut ruangan, menggema dan tak berhenti-henti. Di sebuah tempat tidur yang tidak tebal terlihat seorang pria tua berbaring tak berdaya dengan wajah pucatnya. Sesekali pria tua itu akan bangkit untuk minum jika dibantu putri semata wayangnya, jika tidak, maka ia akan berbaring seharian. Seluruh sendi di tubuhnya semakin melemah dan penglihatannya sudah lama hilang. Pria tua sudah tidak punya harapan hidup panjang tetapi ia dan putrinya tetap berharap untuk terus hidup bersama dalam jangka waktu lebih lama, dan diam-diam Si pria tua berharap jika penglihatannya akan kembali seperti sedia kala. Kadang kala ia merasa kasihan pada putrinya yang bekerja begitu keras untuk menghidupinya, kadang kala ia merasa putrinya tidak lagi menginginkannya hidup. Pera

