Page fifty six - Detective Anderson "Bagaimana kehidupan?" tanya sebuah suara ramah tapi terdengar sedih pada seorang gadis muda yang penampilannya lusuh dan berantakan. Keduanya berada di satu ruangan bawah tanah dengan dinding bata dan peredam suara, jendela yang baru saja dibuka karena selama ini terus menerus dipaku dan tidak dibiarkan terbuka, tidak ada fasilitas yang lain kecuali dua buah kursi kayu dan meja yang hampir patah. Beruntung, meja kayu itu masih dapat menampung gelas berisi cairan kental gelap hangat yang baru saja si lelaki tuang. Sementara si wanita hanya duduk dengan napas yang lega dan normal seolah hal tersebut adalah harta karun yang telah lama ia tinggalkan. Wanita yang diajak bicara meletakkan cangkir kopinya perlahan di atas meja, ia menoleh sedikit demi sedikit

