19. Cobaan (lagi)

710 Kata

Puasa udah masuk ke hari dua puluh, aku masih gini-gini aja alias calon-calon lebaran tanpa calon. Huh. "Gai, kamu sama Ibnu gimana?" ibu membuka suaranya sambil memberesi beberapa tumpukan piring lalu memasukannya ke rak sementara aku masih mencuci sisaan tumpukannya yang lain. "Ya gitu bu." Ucapku. "Apa?" balas ibu yang sepertinya tampak kebingungan. "Ya gitu, gitu gitu deh bu." "Apasih ya gitu gitu gitu?" katanya dengan nada kesal. "Gaia, pelan-pelan nyucinya nanti pecah piring ibu." lanjutnya. "Ya, Gaia masih ngga tahu aja gimana-gimananya. Kalau ditanya cocok apa ngga, Gaia ngga tahu. Tapi kalau ditanya tertarik apa ngga, Gaia pikir iya. Tapi, ya gitu gitu gitu deh bu." Ibu menutup pintu rak piring dengan tekanan yang membuatnya berbunyi nyaring. Sambil menarik napas, ibu per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN