Anna menggeser kursinya menjadi lebih dekat denganku. Kemudian, ia menunjukkan ponselnya, menunjukkan postingan terbaru dari i********: milikku. Sebuah foto yang baru saja aku bagikan tadi malam, fotoku sepulang kerja di dalam mobil bersama Harzi. Pacarku, Ah, perlukah aku menggaris bawahi kata itu. Aku rasa iya, Pacarku. Malam itu, aku memberikan jawaban iya atas pertanyaan yang dia tanyakan padaku. Jangan salahkan keputusanku yang terlalu cepat ini, karena bagiku, aku tidak ingin menunggu seseorang yang tidak menginginkanku atau seseorang yang tidak mau terikat denganku. Selain itu, ya memang aku tidak punya jawaban selain -iya- karena aku pun menginginkan Harzi, soal cinta bukankah bisa datang nanti-nanti? "Deketnya sama Kafka, PHPnya sama Ibnu, jadiannya sama Harzi. Gini ya, oran

