Jika bisa kuhitung bintang di langit Pasti bisa kutemukan satu yang paling terang Jika bisa kutemukan kepastian tanpa sakit Pasti bisa kurelakan cinta yang kau buang - Anisa - *** Gadis itu menghela napas perlahan. Sepuluh menit lalu ia baru saja menginjakkan kaki di kota besar ini. Ia duduk di salah satu kursi ruang tunggu. Menanti Gavin dan Aditya yang sibuk menunggu koper dan bawaan mereka. Entah sudah berapa kali ingatan dalam kepala Anisa seakan berputar ulang pada masa lalu. Menariknya kembali dengan kenangan lampau yang berharap bisa segera ia tutup rapat. Melupakan bukanlah hal mudah. Terlebih ia jatuh cinta hampir terlalu dalam. Tapi tak sedalam sakit yang ia terima selama ini. Hingga lukanya susah disembuhkan. Bayangan Bima memaksa kembali menyeruak dalam angan Anisa. G

