Jenie menangis melihat kondisi sahabatnya yang begitu mengenaskan. Dia tak pernah menyangka jika orang yang selalu ada dalam suka dan dukanya justru harus pergi secepat ini meninggalkannya. Seorang pria menghampiri Jenie dan memeluknya dengan erat. Dia mencoba untuk menenangkan Jenie atas semua luka yang dia rasakan, luka yang bahkan tak pernah di bayangkan oleh siapa pun jika Jenie akan kembali bersedih selang beberapa bulan kepergian kembarannya, Jane. “Seseorang cepat panggil Polisi!” teriak pria yang tengah memeluk Jenie dan berusaha menenangkannya. “Kenapa dia harus mati, Hon?” tanya Jenie dalam tangisnya. “Kita tak pernah tahu takdir Hon, tenanglah polisi dan ambulance akan segera datang,” kata Rocky sambil membelai rambut Jenie lembut. Perlahan Rocky membimbing kekasih hatinya

