Bab 21

1086 Kata

Cairan merah terbuka membasahi perut Jenie yang terbuka. Dia tak terlihat kesakitan walau hanya sekejap. Bibirnya tersenyum menunjukkan kesenangan yang tiada tara. Dan wajah Ben, tentu saja dapat memutih. Dia tak pernah mengira jika hal buruk ini akan menimpanya. Beberapa menit yang lalu dia masih tertarik dengan tubuh seksi Jenie, dan sekarang dia tengah memeluk tubuh Jenie dengan wajah yang semakin memutih. "Kenapa, Ben?" Tanya Jenie sambil terus bergerak menggerakkan ke atas dan ke bawah. Darah semakin banyak membasahi perut dan lengan Jenie. Wajahnya semakin berbinar dan senyumnya semakin lebar. Bruk ... dengan sekali mendorong Jenie mendorong tubuh Ben yang langsung terlentang di tepi kolam. Wajahnya mulai meringis kompilasi angin yang berhembus dengan perlahan membelai perutnya de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN