Mendengar nama Aliska disebut, Jenie langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan IPTU Haidar. Dia tak dapat menyembunyikan wajah penasarannya terhadap jati diri pembunuh yang sesungguhnya. Bagaimanapun, pembunuh itu telah menggunakan cara yang sama dengan yang biasa Jenie lakukan untuk membunuh orang-orang yang telah melenyapkan Jane. “Siapa yang melakukannya?” tanya Jenie antusias. Tak ada jawaban dari IPTU Haidar, dia hanya diam dan menatap tajam ke manik Coklat Jenie. Dia seolah mencari sesuatu yang tak tampak dari luar. Tapi semakin lama dan semakin dalam IPTU Haidar menatap mata Jenie, semakin dia tak dalam mendalami semuanya. “Sama dengan pembunuhan kemarin,” kata IPTU Haidar setelah menarik napas dalam. “Pembunuhan kemarin?” tanya Jenie yang tidak memahami perkataan IPTU Haid

