24. Dewa Penjaga Air

1447 Kata
Setelah cukup lama mereka berlari dan berhasil menghindar dari gerombolan monster yang mengejar Nim dan teman-temannya, perlahan cahaya matahari tampak meredup dan sore pun tiba, sampailah Nim dan teman-temannya tepat di samping danau yang mereka tuju. "Akhirnya kita sampai juga," ucap Nim dengan lega ketika tampak di hadapannya sebuah danau yang sangat besar dengan airnya yang jernih. "Aku sudah tidak sabar lagi untuk melepas dahaga," sahut Juno kemudian seketika berjalan cepat mengarah ke tepi danau dan segera meminum air dari danau tersebut. "Aku juga," ucap Michi seketika berjalan mengikuti Juno, dan ikut meminum air dari danau tersebut. "Hei tunggu!" teriak Grazel bermaksud menghentikan Michi dan Juno yang meminum air dari danau. "Ada apa lagi, Grazel?" tanya Nim, "Apakah ada bahaya lagi?" sambungnya lagi. "Menurut kepercayaan, sebelum kita meminum air dari danau ini, kita harus meminta izin terlebih dahulu," ucap Grazel memberitahukan, namun tidak dihiraukan oleh Juno dan Michi yang sudah meminum air dari danau tersebut. "Kenapa Om baru mengatakannya sekarang?" tanya Michi setelah selesai meninum air dari danau. "Aku tidak percaya dengan mitos," ucap Juno kemudian melanjutkan meminumnya. "Lalu, dimana Alice?" tanya Nim sembari menoleh ke kiri dan kanan memperhatikan sekeliling danau. "Kak Alice disana, Kak," jawab Michi menunjuk ke bawah danau. "Bagaimana caranya kita ke sana?" tanya Luiji. "Grazel, bagaimana?" tanya Nim menoleh ke arah Grazel. "Aku juga tidak tahu, aku belum pernah menyelam ke dasar danau," jawab Grazel sedikit menggerakkan kedua bahunya. "Kalau kita menyelam ke danau, aku yakit nafas kita tidak akan mampu bertahan," sahut Juno, "Melihat arus danau ini begitu tenang, artinya danau ini sangat dalam," sambungnya menjelaskan. "Sial!" ucap Nim kesal. "Apa itu!" ucap Michi seketika melihat sebuah batu besar berbentuk persegi enam yang tampak bercahaya. "Siapa kalian!" Tiba-tiba terdengar suara yang menggema berasal dari batu tepat di tengah danau tersebut, "Berani sekali kalian meminum air di wilayahku tanpa meminta izin!" ucapnya lagi. Kemudian batu di tengah danau semakin mengeluarkan cahayanya sehingga melinyaukan mata yang melihatnya. "Apa itu!" ucap Nim seketika melindungi matanya dari silau dengan tangannya. Sejenak cahaya dari batu tersebut meredup, kemudian tampak sebuah sinar yang melesat ke atas langit sehingga karena sinar itu, membuat tempat di sekitarnya terlihat seperti siang hari. "Kekuatannya luar biasa," ucap Tion ketika merasakan kekuatan yang berasal dari tengah danau. Nim dan teman-temannya terkejut ketika melihat dari atas langit tampak perlahan turun seekor naga besar yang berwarna biru. "Shirashfer," ucap Greatshfer yang ternyata mengetahui naga biru tersebut. "Shirashfer?" gumam Nim mengerutkan keningnya. "Apa dia juga dewa sama sepertimu, Greatshfer?" tanya Michi. "Ya, dia adalah dewa penjaga air," jawab Greatshfer. "Berani sekali kalian meminum air tanpa meminta izin dariku!" teriak naga biru yang bernama Shirashfer ketika tiba dan melayang tepat di hadapan Nim dan teman-temannya. "Maafkan kami," ucap Michi, "Kami tidak tahu kalau danau ini adalah milikmu," sambungnya. "Aku akan memaafkan kalian," sahut Shirashfer. "Benarkah?" tanya Michi tersenyum ke arah Shirashfer yang berwujud naga berwarna biru yang melayang tepat di depannya. "Tapi dengan satu syarat," jawab Shirashfer. "Syarat?" gumam Michi, "Apa itu?" tanyanya kemudian. "Kalian harus tinggal disini! Di danau ini bersamaku! Selamanya!" jawab Shirashfer. "Apa tidak ada syarat yang lebih mudah?" tanya Nim seketika berjalan mendekat dan berdiri tepat di samping adiknya sembari menatap ke arah naga biru di hadapannya, "Tujuan kami kemari sebenarnya hendak menyelamatkan Putri Alice," sambungnya. "Putri Alice... Anak Raja Ashgar... Hmmm..." gumam Shirashfer kemudian terdiam sejenak. "Benar, dia adalah anak dari Raja Ashgar," ucap Nim. "Aku tidak memiliki urusan dengannya," ucap Shirashfer, "Urusanku dengan kalian yang seenaknya meminum air dari danau ini," sambungnya. "Jika kami tidak setuju dengan syaratmu, apa yang akan kau lakukan pada kami?" tanya Luiji. "Aku akan memakan kalian!" teriak Shirashfer seketika melesat ke arah Nim dan teman-temannya. "Awas!" teriak Nim seketika menarik tubuh adiknya dan segera melompat ke belakang bersama teman-temannya menghindari serangan dari Shirashfer. "Hampir saja," ucap Grazel. "Ayo, Tion," ucap Nim. "Aku rasa kita tidak akan bisa mengalahkannya, Nim," sahut Tion. "Biar aku saja," sahut Greatshfer, "Tuan Putri, izinkanlah saya untuk melawannya," ucapnya lagi meminta izin kepada Michi. "Apa tidak ada cara lain selain bertarung?" tanya Michi. Seketika Shirashfer mengibaskan ekornya ke arah Nim dan teman-temannya dan beruntung mereka berhasil kembali menghindari serangan tersebut. "Sepertinya tidak ada cara yang lain," ucap Naken. "Baiklah, aku izinkan kamu, Greatshfer," ucap Michi mengizinkan, kemudian dari gelang di tangannya seketika melesat sebuah sinar menuju ke atas langit. Lalu, dari atas langit turun seekor naga emas yang tidak lain adalah Greatshfer. "Luar biasa!" ucap Grazel berdecak kagum ketika tampak di hadapannya dua ekor naga besar. "Shirashfer..." ucap Greatshfer. "Kau lagi," sahut Shirashfer. "Sebagai sesama dewa, adakah syarat lain agar kau memaafkan Tuan Putri dan teman-temannya?" tanya Greatshfer mengajak bernegosiasi. "Mereka adalah pencuri!" teriak Shirashfer. "Ya, dan pencuri ini yang nantinya akan menyelamatkan seluruh dunia, termasuk dunia kita!" teriak Greatshfer. "Aku tidak perduli!" sahut Shirashfer balas berteriak dan bersikeras akan syarat yang telah diberikannya kemudian segera melesat menyerang Greatshfer. Greatshfer melesat ke atas danau menghindari serangan dari Shirashfer, "Aku tidak ingin melawanmu," ucapnya. "Tapi aku mau!" teriak Shirashfer kemudian melanjutkan serangannya. Lagi-lagi Greatshfer menghindari serangan dari Shirashfer, "Kau sangat keras kepala, padahal kau adalah Dewa Penjaga Air," ucapnya. "Air memang lembut, tapi sudah tugasku menjaganya," sahut Shirashfer, "Jika sifatku juga lembut seperti air, maka di seluruh dunia tidak akan ada lagi yang namanya air bersih!" sambungnya. Nim dan teman-temannya sentak terdiam ketika mendengar perkataan dari Shirashfer, seakan-akan perkataan dari naga biru tersebut melesat tepat ke jantung mereka. "Shirashfer!" teriak Nim mendekat ke tepi danau. Shirashfer menolehkan kepalanya ke arah Nim, "Apa kau juga ingin melawanku?" ucapnya. "Tidak!" sahut Nim kemudian terdiam sejenak. Shirashfer kemudian melesatkan serangan ke arah Nim. "Awas, Nim!" teriak Luiji. "Kakak!" teriak Michi. "Sepertinya aku tidak akan sempat!" gumam Greatshfer. Namun begitu mengejutkan, aura putih tampak keluar dari tubuh Nim kemudian seketika menahan serangan dari Shirashfer hanya dengan satu tangannya dan menghentikan Shirashfer. "Air awal mula kehidupan, menjaga sumber air sama dengan menjaga kehidupan. Tidak hanya air, kami juga memelihara alam agar kami dapat memiliki masa depan yang lebih baik," ucap Nim, "Tanah ini, air ini, udara ini, alam semesta ini, semuanya adalah titipan berharga bagi kami, dan akan terus diwariskan kepada anak cucu kami," sambungnya lagi tersenyum menatap Shirashfer. "Sepertinya aku sudah salah menilai kalian, khususnya kau anak muda," ucap Shirashfer menatap tajam ke arah Nim. Nim tersenyum ke arah Shirashfer, "Tidak apa-apa, tidak akan ada kata benar sebelum salah," ucapnya. Shirashfer yang mengurungkan niatnya setelah mendengar perkataan dari Nim pun kemudian merubah wujudnya menjadi sebuah pedang hitam yang memiliki kristal berwarna biru. "Dia merubah wujudnya menjadi sebuah pedang?" gumam Luiji. "Bawalah aku bersama mu," ucap Shirashfer yang merubah wujudnya menjadi sebilah kemudian perlahan melayang mendekat ke arah Nim. "Pedang?" gumam Nim menatap pedang yang melayang tepat di depannya. "Ya, kau bisa bertarung bersama denganku," ucap Shirashfer. Nim mengangguk, "Baik Shirashfer, aku tidak akan mengecewakanmu," ucapnya kemudian meraih sebilah pedang hitam yang melayang tepat di depannya. "Sepertinya tugasku sudah selesai," gumam Greatshfer yang terbang tepat di atas danau kemudian seketika tubuhnya yang berwujud naga berubah menjadi segumpal cahaya yang melesat ke tangan Michi tepat di gelangnya. "Terima kasih, Greatshfer," ucap Michi tersenyum ke arah gelang yang berada di tangannya. "Saya tidak melakukan apa-apa, Tuan Putri," sahut Greatshfer. Luiji, Juno dan Grazel berjalan mendekat ke arah Nim yang di tangannya menggenggam sebilah pedang. "Bagaimana kau bisa melakukannya, Nim?" ucap Luiji yang kagum ketika melihat Nim mampu menahan serangan dari Shirashfer hanya dengan satu tangannya. "Hah? Aku tidak tahu," jawab Nim menoleh ke arah Luiji, "Aku hanya merasa yakin dengan tekadku," sambungnya. "Tekad?" ucap Luiji mengerutkan keningnya. "Sepertinya, pecahan Hashfer yang berada di dalam tubuh Nim beresonansi sehingga mampu mengeluarkan kekuatan yang tidak disadarinya," ucap Tion. "Kau hebat, Nim," ucap Grazel. Nim tersenyum ke arah Grazel sambil menggaruk kepalanya, "Bukan apa-apa," ucapnya kemudian menatap ke arah pedang di tangannya, "Shirashfer," panggil Nim. "Ya?" sahut Shirashfer. "Apa kau tahu bagaimana caranya agar kami bisa masuk ke dalam danau ini?" tanya Nim kemudian menatap ke arah danau. "Ya, aku tahu caranya," jawab Shirashfer, kemudian dari kristal biru yang berada pada pedang hitam yang merupakan wujud dari Shirashfer pun seketika bersinar. Dari sinar itu pun muncul lima keping benda berbentuk seperti sisik yang berwarna biru, "Gunakanlah sisik ku ini jika kalian ingin masuk ke dalam air, kalian akan mampu bernafas di dalam sana," sambungnya. "Baiklah," ucap Nim kemudian meraih salah satu dari lima kepingan biru berbentuk sisik yang melayang tepat di depannya. "Aku juga," ucap Michi kemudian mendekat ke arah Nim lalu mengambil satu kepingan biru yang melayang di depan kakaknya. Juno menoleh ke arah Luiji dan Grazel, "Ayo," ucapnya. Luiji dan Grazel mengangguk ke arah Juno kemudian mereka bertiga juga melangkah bersamaan mendekat ke arah Nim, lalu ikut mengambil ketiga kepingan yang tersisa. "Ayo kita selamatkan Alice," ajak Nim dengan semangat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN