27. Kekuatan Ultimiore

1030 Kata
"Dasar makhluk tidak berguna!" teriak Yunzo seketika melemparkan salah satu tanduknya yang berwarna hitam menyerang tubuh Hans yang terkulai lemah. Tubuh Hans seketika musnah akibat serangan dari Yunzo. "Apa!" sentak Luiji terkejut ketika melihat tepat di hadapannya tubuh Hans yang musnah dengan sekejap. "Apa yang kau lakukan, bukankah dia temanmu!" teriak Nim menatap dengan amarah ke arah Yunzo setelah melihat tubuh Hans musnah menghilang tanpa bekas karena serangan dari Yunzo. "Teman?" ucap Yunzo tersenyum jahat, "Dia hanya alat, tidak lebih dari itu!" sambungnya. "Kau!" teriak Nim menatap tajam dengan rasa marah sembari menunjuk ke arah Yunzo. "Kenapa, kau tidak terima?" tanya Yunzo tertawa, "Kalau begitu, kau ikut saja dengannya!" sambungnya berteriak kemudian meluncurkan salah satu tanduk hitamnya melesat ke arah Nim. Nim dengan sigap menghindari sebuah tanduk yang melesat ke arahnya sehingga tanduk tersebut mengenai dinding dan menghancurkannya. Seketika dengan wujud harimaunya, Nim berlari dengan sangat cepat ke arah Yunzo dan mengayunkan cakar ketika tepat berada di depan Yunzo, namun dengan sangat mudah Yunzo menghindar dan melompat ke belakang. Luiji pun seketika melesatkan tentakelnya ke arah Yunzo, namun dengan sekali tendangan Yunzo menghalau serangan tersebut. "Dua lawan satu?" Yunzo tertawa, "Kekuatan kalian masih belum cukup untuk melawanku," sambungnya sembari perlahan berjalan ke arah Nim. "Juno," ucap Fyuri. "Ya, Fyuri," sahut Juno. "Ayo kita bantu Nim dan Luiji," ucap Fyuri. Juno mengangguk, "Baik." Kemudian dari tubuh Juno tampak aura merah yang perlahan menyelimuti tubuhnya, lalu aura tersebut membentuk wujud banteng kemudian seketika berlari ke arah Yunzo, "Tiga!" teriaknya ketika tiba-tepat di depan Yunzo lalu menyerangnya. Yunzo melompat lagi menghindari serangan dari Juno. "Tiga?" Yunzo masih tertawa, "Belum cukup," ucapnya menggelengkan kepalanya. "Kita lihat saja!" teriak Nim seketika dengan cepat berlari dan menyerang Yunzo. Yunzo tidak bergeming ketika sebuah cakar Nim mengenai tubuhnya, "Sudah ku katakan belum cukup!" teriaknya kemudian aura merah pada tubuh Yunzo perlahan memudar kemudian terdiam sejenak, "Akan aku perlihatkan pada kalian kekuatan sesungguhnya dari Ultimiore!" ucapnya dengan santai kemudian cincin di tangannya berubah menjadi sebuah senjata berbentuk sebilah tombak berwarna merah dengan ujung tombaknya berwarna hitam. "Kekuatan apa ini!" ucap Tion yang merasakan kekuatan besar yang berasal dari tubuh Yunzo. "Dia merubah Beaster yang berada di dalam Ultimiore menjadi sebuah senjata?!" ucap Naken terheran. "Bagaimana, apa kalian heran?" tanya Yunzo tersenyum jahat. "Aku tidak perduli!" teriak Nim yang berdiri tepat di samping Yunzo kemudian menyerangnya dengan cakar, namun serangan tersebut tidak mengenai tubuh Yunzo, "Bukankah aku sudah mengenainya?" gumam Nim heran. Yunzo menoleh ke arah Nim kemudian mengibaskan tombaknya ke arah Nim. Nim menghindari serangan tersebut, namun aneh serangan itu mengenai tubuh Nim sehingga membuat tubuhnya terlempar jauh. "Nim!" teriak Luiji seketika melesatkan salah satu tentakelnya meraih tubuh Nim yang terlempar, "Kau tidak apa-apa, Nim?" tanyanya setelah perlahan menurunkan tubuh Nim. "Ya, aku baik-baik saja, terima kasih, Luiji," sahut Nim menoleh ke arah Luiji kemudian menoleh kembali ke arah Yunzo yang dengan tenang berdiri, "Aneh sekali, seranganku padahal mengenainya, tapi kenapa meleset?" gumamnya kemudian. "Apa maksudmu?" tanya Luiji. "Tubuhnya seperti tidak bisa ku sentuh," jawab Nim. "Aku akan mencobanya sendiri!" ucap Luiji kemudian seketika melesatkan tentakelnya ke arah Yunzo. Yunzo tidak bergerak sembari tersenyum, "Sudah ku katakan, kekuatan kalian masih belum cukup untuk melawanku!" ucapnya ketika tentakel Luiji menembus tubuhnya, namun tidak berdampak apa-apa terhadapnya. Kemudian Yunzo perlahan berjalan ke arah Nim, Luiji dan Juno. "Seranganku tidak mengenainya," gumam Luiji heran. "Benar, kan?" ucap Nim menatap Luiji. "Lalu, bagaimana kita bisa mengalahkannya?" tanya Juno. Nim menundukkan kepalanya "Aku tidak perduli," ucapnya kemudian menegakkan kembali kepalanya lalu menatap tajam ke arah Yunzo yang melangkah ke arah mereka bertiga, "Aku akan menyerangnya!" ucapnya kemudian seketika berlari dengan sangat cepat dan karena sangat cepat berlari sehingga Nim tidak terlihat. Nim tiba-tiba muncul tepat di belakang tubuh Yunzo kemudian menyerangnya. Yunzo melirikkan matanya ke samping ketika Nim hendak menyerangnya. Serangan Nim kembali menembus tubuh Yunzo, kemudian Yunzo mengibaskan tongkatnya kembali ke arah Nim, sehingga membuat tubuh Nim terlempar. Luiji kembali meraih tubuh Nim yang terlempar kemudian perlahan menurunkannya. "Masih tidak kena," gumam Nim kesal. "Berapa kali pun kalian mencoba menyerangku, tidak akan mampu mengenai tubuhku," ucap Yunzo menggelengkan kepalanya. "Aku tidak akan menyerah begitu saja!" teriak Nim kemudian seketika menghilang lagi dan tiba-tiba muncul lagi tepat di belakang tubuh Yunzo dan menyerangnya lagi. Namun, hasilnya tetap sama. Tubuh Nim kembali terlempar karena kibasan dari tongkat merah milik Yunzo dan tubuh Nim kembali ditahan oleh Luiji. Yunzo kembali menggelangkan kepalanya, "Dasar keras kepala!" ucapnya tegas, "Baiklah, akan aku perlihatkan sedikit kekuatan dari Ultimiore," sambungnya kemudian menancapkan ujung tombaknya yang berwarna hitam tepat di atas lantai, dari ujung tombak yang menancap tersebut perlahan muncul sebuah energi merah yang berbentuk api yang melingkar mengelilingi tombak tersebut. Kemudian lingkaran api tersebut melesat ke arah Nim, Luiji dan Juno. Nim, Luiji dan Juno menghindari lingkaran api yang melesat ke arah mereka. Namun, lingkaran tersebut seketika membesar sehingga mengenai mereka bertiga. "Kakak!" teriak Michi yang ketika itu bersama Grazel masih bertarung dengan Aston dan melihat Nim, Luiji dan Juno terkena serangan dari Yunzo. "Jangan lengah, Michi!" teriak Grazel memperingatkan. "Aaaaa," jerit Michi seketika serangan Aston mengenainya dan membuat tubuhnya terpental ke belakang. "Kau tidak apa-apa, Michi?" tanya Grazel perlahan membangunkan tubuh Michi. "Iya, aku tidak apa-apa, Om," jawab Michi setelah berdiri. "Kita kalahkan dulu Aston, lalu bantu Nim melawan Yunzo," ucap Grazel menyiapkan kuda-kuda kakinya kemudian dengan sangat cepat berlari melesat dan menghilang, seketika tiba dan berdiri tepat di samping Aston kemudian melesatkan sebuah pukulan, namun Aston sempat menghindarinya. Michi melancarkan serangannya ke arah Aston dan mengenainya, sehingga membuat tubuh Aston terlempar. Grazel seketika berlari menyusul tubuh Aston yang terlempar kemudian dengan sangat kuat menendangnya sehingga tubuh Aston kembali terlempar berbalik arah. Grazel berlari lagi menyusul tubuh Aston yang terlempar kemudian menendangnya lagi mengarah ke lantai dengan sangat kuat sehingga karena benturan dari tubuh Aston membuat lantai tersebut hancur berlubang. Aura hitam berwujud ular dari tubuh Aston terlihat perlahan memudar, tampak Aston yang terkulai lemah akibat serangan terakhir dari Grazel. "Om hebat sekali," ucap Michi seketika menghampiri ke arah Grazel berdiri. "Ayo kita bantu Nim dan yang lain," ucap Grazel menatap ke arah Yunzo yang sejak tadi menyerang Nim, Luiji dan Juno yang tidak berdaya. "Ayo, Om," ucap Michi kemudian bersama dengan Grazel seketika berlari ke arah Yunzo.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN