26. Merebut kembali Fyuri

1574 Kata
"Hahahaha," tiba-tiba terdengar suara tawa seorang laki-laki dari belakang, "Hebat juga kalian bisa sampai kesini dan berhasil mengalahkan kedua penjaga kami," ucapnya. Seketika Nim dan teman-temannya menoleh kebelakang. "Yunzo!" ucap Grazel menatap tajam ke arah Yunzo yang ternyata berada di belakang mereka. "Aku tidak mengira kau bisa selamat," sahut Yunzo tersenyum dengan tatapan tajam ke arah Grazel. "Aku tidak selemah yang kau kira!" ucap Grazel, "Dimana kau menyembunyikan Putri Alice!" teriaknya kemudian ke arah Yunzo. "Lepaskan Alice!" teriak Nim. "Hei kau anak baru," ucap Yunzo menatap ke arah Nim, "Apa hakmu memerintahku?" tanyanya berkata sembari tertawa. "Kau juga tidak memiliki hak untuk menyembunyikan Alice!" teriak Nim. "Itu terserahku," sahut Yunzo kemudian tertawa. "Cepat katakan dimana kalian menyembunyikan kak Alice!" teriak Michi. "Anak kecil ini," gumam Yunzo menatap ke arah Michi, "Kau juga berhasil lepas dari kendali," ucapnya menatap ke arah Michi. "Apakah kau yang sudah menyakiti adikku?" tanya Nim seketika menggenggam kedua tangannya kemudian meraih pedang dari belakang tubuhnya. "Pedang apa itu?" gumam Yunzo mengerutkan kedua keningnya menatap sebilah pedang berwarna hitam yang digenggam oleh Nim. "Kalau kau tidak mau mengatakan dimana Alice berada, aku akan memaksamu mengatakannya," ucap Nim seketika berlari ke arah Yunzo. Kemudian Nim mengibaskan pedangnya, dari kibasan pedang Nim keluar sebuah energi berbentuk sabit berwarna biru yang melesat cepat ke arah Yunzo. Beruntung Yunzo dapat menghindari serangan dari Nim, sehingga kekuatan yang dari pedang milik Nim meleset dan mengarah ke salah satu alat penelitian yang berada di dalam tempat persembunyian Black Tail dan membuat alat tersebut membeku. "Beruntung aku sempat menghindar," gumam Yunzo sembari menoleh ke salah satu alat yang membeku akibat serangan dari kekuatan pedang di tangan Nim. "Aku tidak akan membiarkanmu lolos!" teriak Nim kemudian mengibaskan pedangnya lagi dan energi berbentuk sabit melesat ke arah Yunzo lagi. "Maaf aku terlambat!" ucap seorang laki-laki yang tiba-tiba muncul dan berdiri tepat di depan Yunzo, kemudian menahan dan memusnahkan serangan dari Nim yang melesat ke arah Yunzo. "Hans," ucap Yunzo menatap laki-laki yang berdiri tepat di depannya. "Itu dia, laki-laki yang aku lihat waktu itu," ucap Grazel. "Kau, kembalikan Fyuri kepadaku!" teriak Juno ke arah Hans. "Maksudmu gelang ini?" tanya Hans tersenyum dengan tatapan licik ke arah Juno sembari menunjukkan gelang yang berada di lengannya, "Gelang ini sudah jadi milikku," ucapnya kemudian. "Fyuri adalah sahabatku!" teriak Juno kemudian seketika berlari ke arah Hans dan kemudian memukul dengan tangannya. "Hanya begini kemampuanmu?" tanya Hans seketika menahan pukulan dari Juno. "Aku akan membantumu, Juno!" teriak Luiji seketika berlari ke arah Hans dan segera menyerangnya melesat dengan tendangan. Hans melompat mundur ke belakang menghindar dari serangan Luiji kemudian berdiri tepat di samping Yunzo. "Jangan hanya menghindar!" teriak Luiji. "Aku tidak menghindar," sahut Hans kemudian dari tubuhnya keluar aura berwarna merah yang seketika menyelimuti tubuhnya. Kemudian aura tersebut membentuk wujud seekor banteng. "Sepertinya aku juga akan serius menghadapi kalian," ucap Yunzo tersenyum jahat, kemudian sebuah cincin di tangannya mengeluarkan aura berwarna merah lalu menyelimuti tubuhnya. Aura merah yang menyelimuti tubuh Yunzo perlahan membentuk wujud seekor kuda dengan tanduk berwarna hitam. "Apa kau mengira aku takut?" ucap Luiji. "Luiji," panggil Naken. "Ya?" sahut Luiji. "Kau bisa menggunakan kekuatan ku dengan kendali sepenuhnya," ucap Naken. "Benarkah?" tanya Luiji. "Ucapkan dalam hati, 'SWICH' dengan mata terbuka," jawab Naken. Luiji mengangguk kemudian berbisik dari dalam hatinya, "SWICH." Seketika dari tubuhnya melesat segumpal cahaya biru, kemudian cahaya tersebut membentuk wujudnya menjadi seekor gurita. "Kita juga, Nim," ucap Tion, "Kau bisa menggunakan kekuatanku sepenuhnya tanpa harus bertukar," sambungnya. "Baik!" teriak Nim kemudian berkata dalam hati, "SWICH." Seketika dari gelangnya melesat segumpal cahaya biru kemudian membentuk wujud menjadi seekor harimau. "Aku tidak menyangka bahwa kalian juga mampu menggunakan kekuatan itu," ucap Yunzo tertawa remeh menatap ke arah Nim dan Luiji. "Ayo, kita juga Greatshfer," ucap Michi. "Maafkan saya Tuan Putri," sahut Greatshfer, "Saya tidak diperbolehkan untuk ikut bertarung jika melawan mereka, kecuali jika lawan Tuan Putri juga merupakan dewa," sambung Greatshfer. "Jadi, tidak bisa ya?" ucap Michi dengan nada kecewa. "Shirashfer pun begitu, hanya saja dia mampu merubah wujudnya menjadi sebuah senjata," jawab Greatshfer. "Kalau begitu, apa kau bisa merubah wujudmu menjadi sebuah senjata?" tanya Michi. "Saya hanya mampu menjadi sebuah gelang, Tuan Putri," jawab Greatshfer. "Lalu, apa yang bisa aku lakukan untuk membantu mereka?" tanya Michi. "Tuan Putri bisa menggunakan sihir yang berasal dari kekuatan saya," jawab Greatshfer. "Benarkah?" tanya Michi tersenyum semangat. "Ya," jawab Greatshfer, "Ikuti saja apa yang saya ucapkan, Tuan Putri," sambungnya. "Baik," sahut Michi mengangguk. "Wah-wah, ada apa ini ribut sekali," ucap seseorang yang tiba-tiba datang. "Aston, dari mana saja kau!" ucap Yunzo. "Bukan urusanmu," sahut Aston. "Aston! Beraninya kau menampakkan wajahmu di hadapanku!" teriak Grazel seketika berlari dan menyerang ke arah Aston. Aston menghindari serangan Grazel kemudian melompat dan berdiri tepat di samping Yunzo, "Sebaiknya aku juga bersiap," ucapnya tersenyum jahat kemudian perlahan tampak aura hitam dari kalung yang menggantung di leher Aston, lalu aura tersebut menyebar menyelimuti tubuhnya dan membentuk wujud seekor ular. Kemudian Grazel melesat berlari dengan sangat cepat ke arah Aston, dan berniat menyerangnya. Aston berlari menghindari serangan dari Grazel, namun Grazel kembali mengejar ke mana Aston pergi. "Aku akan membantu Om," ucap Michi yang seketika berdiri tepat di samping Grazel sembari dari telapak tangannya muncul sebuah energi yang berbentuk lingkaran sihir. "Sihir?" gumam Grazel menoleh ke arah Michi dan menatap sebuah lingkaran sihir berwarna kuning yang pelan berputar tepat di atas telapak tangan Michi. "Ayo," ucap Michi seketika melancarkan sebuah energi kuat berwarna kuning yang keluar dari lingkaran sihir di telapak tangannya tepat mengarah dimana Aston berdiri. "Apa-apaan ini!" gumam Aston heran seketika menghindari energi yang melesat ke arahnya. "Jangan lengah!" teriak Grazel yang tiba-tiba muncul tepat di depan Aston kemudian memukulnya dengan sangat keras. "Sial!" gumam Aston mengusap bibirnya yang mengeluarkan sedikit darah kemudian seketika melarikan diri menghindar dari pertarungannya dengan Grazel dan Michi. "Aku tidak akan membiarkan kau lolos!" teriak Grazel seketika mengejar Aston yang kabur. "Aku ikut!" teriak Michi menyusul Grazel yang mengejar Aston. "Kau tidak akan bisa kabur lagi, dasar pengkhianat!" teriak Grazel ketika melihat Aston yang terpojok tidak bisa menghindar dari pertarungannya. "Baiklah, sepertinya aku harus melawan kalian!" ucap Aston sembari melirik ke arah belakang Grazel yang ternyata Michi ikut mengejarnya. Disaat yang bersamaan Luiji dan Juno bertarung melawan Hans yang menggunakan kekuatan dari Fyuri. "Ayo, Juno," ucap Luiji yang berdiri tepat di samping Juno. Juno menoleh ke arah Luiji kemudian mengangguk. Juno dengan sangat cepat berlari ke arah Hans, kemudian melesatkan sebuah pukulan ke tubuh Hans, namun dengan satu tangan Hans menahan serangan dari Juno. Kemudian tangan Juno digenggam erat oleh Hans. "Kenapa?" Hans tidak melepaskan genggaman tangannya, Juno berusaha melepaskannya, namun kekuatan yang dia miliki belum cukup. "Jangan lupakan aku!" teriak Luiji seketika melesatkan salah satu tentakelnya ke arah Hans dari tubuhnya yang diselimuti aura biru dengan wujud gurita. Hans melepaskan genggaman tangannya yang erat menggenggam tangan Juno kemudian dengan segera menghindari serangan dari Luiji. Namun, tentakel Luiji tetap melesat mengejar kemanapun Hans menghindar. "Ini sangat menyulitkan," gumam Hans dengan nada kesal. Juno menghadang Hans yang berlari menghindari serangan Luiji, "Kembalikan Fyuri!" teriaknya seketika sebuah pukulan yang keras tepat mengenai Hans, sehingga membuat Hans tersungkur. "Apa hanya begini kemampuanmu!" ucap Luiji seketika berdiri tepat di depan tubuh Hans yang tersungkur kemudian melilitkan tentakelnya pada tubuh Hans lalu mengangkatnya. Hans menjerit karena tubuhnya terhimpit oleh tentakel milik Luiji, "Lepaskan aku!" teriaknya kemudian. "Aku tidak akan melepaskan jeratan ini jika kau tidak mengembalikan Fyuri!" ucap Luiji tegas dengan tatapan amarah ke arah Hans. "Aku tidak tahu caranya melepaskan gelang ini!" sahut Hans berteriak. "Luiji," panggil Naken. "Ya, Naken," sahut Luiji berbisik dalam hati. "Hancurkan saja gelang itu," ucap Naken. "Bagaimana aku bisa menghancurkan gelang itu?" tanya Luiji dalam hati sembari mengerutkan keningnya. "Gunakan kekuatan Hashfer," jawab Naken. "Caranya?" lanjut Luiji dalam bertanya. "Rasakan kekuatan Hashfer yang mengalir dalam tubuhmu, lalu alirkan kekuatan itu untuk menghancurkan gelang di tangannya," jawab Naken. "Lalu, apa yang terjadi jika gelang itu hancur?" tanya Luiji dalam hati. "Jika gelang itu hancur, maka Fyuri pun akan keluar," jawab Naken, "Setelah itu tergantung keputusan Fyuri, apa dia mau kembali pada Juno atau tidak," sambungnya menjelaskan. "Maksudmu!" ucap Luiji dalam hati dengan rasa bingung kemudian terdiam sejenak lalu menoleh ke arah Juno, "Juno!" panggilnya. "Ya, Luiji," sahut Juno. "Selanjutnya akan ku serahkan padamu," ucap Luiji kemudian salah satu tentakelnya menjulur menuju gelang yang berada di lengan Hans. Dari ujung tentakel tampak setitik cahaya putih yang kemudian melesat dengan sangat cepat mengarah tepat pada gelang yang berada di tangan Hans, sehingga dengan sekali serangan gelang tersebut hancur berkeping-keping. "Apa!" sentak Juno terkejut ketika melihat gelang yang berada di tangan Hans hancur. Perlahan aura merah berwujud banteng yang menyelimuti tubuh Hans memudar dan menghilang. Aaaaa..." jerit Hans kesakitan ketika sebuah bola energi berwarna merah keluar dari mulutnya, kemudian bola energi tersebut terbang melayang ke arah Juno yang berdiri tepat di samping Luiji. "Juno..." ucap bola energi berwarna merah tersebut ketika tiba dan melayang tepat di depan Juno. Luiji kemudian perlahan meletakkan tubuh Hans yang terkulai tidak berdaya. "Apakah kau Fyuri?" tanya Juno menatap ke arah bola energi yang melayang tepat di depannya. "Ya, aku Fyuri." "Fyuri..." ucap Juno tersenyum, "Ayo kita berjuang bersama-sama lagi," sambungnya mengajak Fyuri untuk kembali ikut bersamanya. "Tentu saja, Juno," sahut Fyuri yang wujudnya masih menjadi sebuah bola energi berwarna merah, kemudian melesat melalui mulut Juno. Perlahan aura merah tampak dari tubuh Juno, dia merasakan suatu kekuatan mengalir ke seluruh tubuhnya, "Fyuri," ucapnya. "Ya, Juno," sahut Fyuri. "Maaf waktu itu aku tidak berdaya menyelamatkanmu," ucap Juno. "Tidak, itu bukan salahmu, Juno," sahut Fyuri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN