Di Antara Dua Pria

1347 Kata

Aku terkejut mendengar perkataan Raisen. Apakah benar ia tidak rela bila aku memegang Abimanyu? Bukankah ia sedang membenciku, tetapi kenapa sekarang ia berlagak peduli kepadaku? "Raisen, kamu jangan terlalu memanjakan Cahaya. Dia hanya membersihkan bajuku sebentar. Aku juga nggak akan membiarkan dia menyentuhku," tegas Abimanyu. Raisen mengerucutkan bibir tanda tak suka. "Abi nggak perlu marah, Aya nggak sengaja menumpahkan jus itu," tuturnya. Perhatian Raisen kembali terpusat kepadaku yang masih termenung di tempat. "Panggil Pak Jan sekarang, Aya," ulang Raisen tak ingin dibantah. "I-iya." Setelah Raisen melepaskan tanganku, aku bergegas melangkah keluar dari kamar untuk menuruti perintah Raisen. Beruntung Pak Jan sudah kembali ke dapur sehingga aku bisa memberitahunya. "Pak Jan,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN