"Saya tidak meminta perhatian dari Tuan atau siapapun," ucapku berhenti menangis. Aku menjauhkan diri dari Abimanyu lalu menghapus air mataku. Kuputuskan untuk berjalan kembali ke vila tanpa berkata apapun kepada Abimanyu. Aku tidak peduli sama sekali bila ia menganggapku tidak sopan. Toh pria itu sudah terlanjur berpikiran negatif tentangku. "Cahaya, tunggu!" Aku mengabaikan panggilan Abimanyu dan tetap berjalan di atas pasir. Pria itu mulai menyusulku. "Aku baru saja membantumu. Apa tidak ada satu pun ucapan terima kasih? Lagipula kebiasaanmu yang suka kabur tanpa permisi itu buruk sekali," tukas Abimanyu seolah tak pernah bosan untuk memarahiku. Aku masih bertahan dalam diam, tidak menggubris ucapan lelaki itu yang selalu memerahkan telinga. Huh, untuk apa aku berterima kasih kepa

