TANGIS

1168 Kata

Aku segera membuang mukaku ke arah lain. Agar Theo tidak bisa melihat wajahku. Sejujurnya aku malu sekali. Karena, aku berniat membuatnya ikut merasa bersalah. Tapi kenapa aku malah mengatakan dua kalimat terakhir yang menggelikan itu? Tak lama kemudian aku mendengar suara yang belum familiar. Seperti seseorang sedang tertawa. Dan suaranya sangat dekat denganku saat ini. Jangan - jangan itu adalah salah satu makhluk halus penunggu pohon bambu yang rimbun ini. Tapi biasanya yang suka itu kan hantu wanita. Sedangkan yang tertawa saat ini adalah suara laki - laki. Aku menengok ke sebelah, dan kutemukan Theo sedang tertawa. Oh, jadi dia yang tertawa. Bikin kaget saja. Tapi ngomong - ngomong baru kali ini aku melihat dia tertawa sampai seperti itu. Biasanya meskipun terlihat senang, i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN