Beberapa detik keduanya hanya saling menatap. Athaya masih dalam keadaan setengah sadar, belum sepenuhnya memahami situasi. Namun, saat ia menyadari bahwa tubuhnya sedang memeluk seseorang—lebih tepatnya, memeluk istrinya sendiri—senyuman iseng mulai muncul di wajahnya. "Pagi, istri," gumamnya dengan suara yang masih berat karena baru bangun tidur. Adeeva langsung merona. "G-Gila! Lepasin gue!" Athaya malah semakin tersenyum dan menariknya sedikit lebih erat. "Kenapa harus dilepas? Nyaman, kan?" Adeeva ingin berteriak. Tapi ia sadar ini masih jam empat pagi. Semua orang pasti masih tidur. Tidak mungkin ia membuat keributan. "Athaya, kalau lo nggak mau gue tendang, lo lebih baik lepaskan gue sekarang juga," bisiknya tajam. Athaya tertawa pelan, tetapi akhirnya perlahan melepaskan pelu

