Athaya melangkah masuk ke dalam rumah dengan hati-hati. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Lebih larut dari yang ia janjikan. Seharusnya, ia sudah pulang sebelum tarawih selesai. Tapi nyatanya, waktu berlalu begitu cepat ketika ia mengobrol dengan teman-teman lamanya. Mereka membahas banyak hal—dari kenangan lama, kehidupan mereka sekarang, hingga masa depan yang mereka impikan. Athaya terlalu asyik sampai lupa waktu. Ia menghela napas pelan sambil melepas sneakers-nya. Rumah sudah sepi. Hanya ada suara jam dinding yang berdetak pelan dan sesekali suara angin yang bertiup dari luar. Ibu dan kakak-kakaknya pasti sudah tidur. Ia bahkan bisa menebak, besok pagi pasti akan ada sedikit ceramah karena ia pulang terlalu malam. Tapi itu urusan nanti. Sekarang, ia hanya ingin masuk kamar dan

